Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

HUDA Pidie Bahas Domino dan Celana Pendek hingga Regulasi Warung Kopi

RAKER HUDA – Ketua HUDA Kabupaten Pidie, Tgk H Abdul Hadi, MA atau akrab disapa Waled Gp Gajah foto bersama dengan peserta Rapat Kerja (Raker) 2026 di Hotel Delima, Sigli, Senin (14/9/2026).
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Pidie  – Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Pidie menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Hotel Delima, Kota Sigli, Senin (14/9/2026). Raker tersebut diikuti seluruh pengurus HUDA Pidie serta perwakilan pengurus dari sejumlah kecamatan. Sebanyak 35 peserta hadir dalam kegiatan yang membahas berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.

Ketua HUDA Pidie, Tgk H Abdul Hadi MA yang akrab disapa Waled Gp Gajah mengatakan, raker tersebut menjadi forum untuk menyusun langkah dan rekomendasi organisasi terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Menurut Waled Gp Gajah, terdapat beberapa hal utama yang menjadi pembahasan dalam Raker HUDA Pidie 2026.

Example 300x600

Persoalan tersebut berkaitan dengan penguatan bidang syariat, penanganan maraknya permainan domino, penggunaan celana pendek bagi pria, serta perlunya regulasi terhadap warung kopi dan kafe. “Beberapa hal menjadi pembahasan dalam Raker,” ujar Ketua HUDA Pidie.

“Di antaranya penguatan di bidang syariat, penanganan maraknya domino di Pidie, penggunaan celana pendek bagi pria, serta regulasi untuk warung kopi dan kafe,” kata Tgk H Abdul Hadi.

Waled Gp Gajah menjelaskan, berbagai persoalan tersebut menjadi perhatian HUDA.
Karena semua itu berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat serta penerapan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Pidie.

HUDA Pidie, terang Waled Gp Gajah, selanjutnya akan menyusun rekomendasi dari hasil pembahasan untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie. Salah satu harapan HUDA adalah adanya langkah konkret dari pemerintah daerah melalui regulasi yang dapat menjadi pedoman dalam menangani persoalan-persoalan tersebut.

HUDA Pidie berharap Pemerintah Kabupaten Pidie dapat mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam Raker. Menurut HUDA, regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan arah yang jelas bagi masyarakat maupun pelaku usaha, khususnya terkait aktivitas di warung kopi dan kafe.

Selain membahas berbagai persoalan sosial dan keagamaan, Raker HUDA Pidie juga menjadi momentum memperkuat koordinasi internal organisasi. Kehadiran pengurus dan perwakilan dari kecamatan diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta menyatukan langkah dalam menjalankan program organisasi.

Tgk Abdul Hadi menegaskan, hasil Raker akan menjadi bahan bagi HUDA Pidie dalam menjalankan peran organisasi. Sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah daerah mengenai berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Dengan adanya rekomendasi tersebut, HUDA Pidie berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam menciptakan kehidupan sosial yang lebih tertib serta sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250