Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Mahasiswa USK Raih 4 Penghargaan di Kompetisi Esai Internasional Thailand

11 dilihat
Tim mahasiswa USK, Ariel Sucipto dan Dhia Fahira, di bawah bimbingan Ir Sri Rahmawati ST MT, memborong 4 penghargaan di ajang 3rd International Essay Competition (ISC) 2026 yang berlangsung di Thailand pada 7–11 Agustus 2026.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Banda Aceh – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengharumkan nama Aceh di tingkat internasional. Tim mahasiswa USK berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang 3rd International Essay Competition (ISC) 2026 yang berlangsung di Thailand pada 7–11 Agustus 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui karya inovasi berjudul “W-ECO: Innovation of an IoT System Based on Wave-Powered Pressure Sensor Buoys to Support Inclusive Tsunami Communication and Evacuation in Aceh.”

Example 300x600

Dalam kompetisi internasional tersebut, karya W-ECO berhasil meraih Juara 3 Umum, Gold Medal pada Subtema Technology, serta Bronze Medal masing-masing pada Subtema Environment dan Law & Economics. Tim mahasiswa USK yang mengikuti kompetisi itu terdiri atas Ariel Sucipto dari Program Studi Teknik Industri sebagai ketua tim dan Dhia Fahira dari Program Studi Pendidikan Dokter sebagai anggota. Keduanya mendapat pendampingan dari Ir Sri Rahmawati ST MT dari Program Studi Teknik Industri sebagai dosen pembimbing.

W-ECO merupakan gagasan inovatif yang dikembangkan untuk mendukung sistem komunikasi dan evakuasi tsunami yang lebih inklusif bagi masyarakat di wilayah pesisir Aceh. Inovasi tersebut menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan wave-powered pressure sensor buoys atau pelampung sensor tekanan yang memanfaatkan energi gelombang laut.

Melalui sistem tersebut, teknologi sensor dirancang untuk mendukung proses deteksi kondisi laut sekaligus membantu penyampaian informasi mengenai potensi tsunami kepada masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi semakin relevan dengan kondisi Aceh yang memiliki sejumlah wilayah pesisir dan secara geografis berhadapan langsung dengan kawasan yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Pengembangan W-ECO juga menunjukkan adanya kolaborasi lintas disiplin di lingkungan USK. Ariel Sucipto berperan dalam pengembangan aspek sistem, teknologi, integrasi proses, hingga implementasi inovasi.

Sementara Dhia Fahira memberikan perspektif yang berkaitan dengan aspek manusia, kebutuhan masyarakat, serta kondisi yang perlu diperhatikan ketika menghadapi situasi bencana. Seluruh pengembangan gagasan tersebut mendapat pendampingan dari Sri Rahmawati selaku dosen pembimbing.

Empat penghargaan yang berhasil diraih dalam satu kompetisi sekaligus menunjukkan bahwa konsep W-ECO tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknologi. Karya tersebut juga mempertimbangkan berbagai dimensi lain, mulai dari lingkungan, sosial, ekonomi hingga regulasi yang berkaitan dengan pengembangan sistem mitigasi bencana.

Bagi tim mahasiswa USK, capaian tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus kesempatan untuk membawa isu mitigasi tsunami di Aceh ke forum internasional.
Prestasi itu juga menunjukkan bahwa persoalan yang berkembang di daerah dapat menjadi sumber lahirnya gagasan inovatif yang memiliki perspektif dan relevansi global.

Tim berharap W-ECO tidak berhenti pada tahap kompetisi dan penulisan esai.
Ke depan, inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan menuju tahap yang lebih aplikatif sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada penguatan teknologi sensor, sistem komunikasi, pengolahan data, serta integrasi dengan sistem peringatan dini dan mekanisme evakuasi yang telah tersedia.

Dengan demikian, W-ECO diharapkan dapat menjadi salah satu gagasan yang mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman tsunami.

Bagi Ariel, Dhia dan Sri Rahmawati, capaian di Thailand tersebut bukan sekadar penghargaan dalam sebuah kompetisi. Prestasi itu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di Aceh dan diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi keselamatan masyarakat.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Aceh memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional melalui gagasan yang menggabungkan teknologi, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebutuhan masyarakat.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250