
Surakyat.com | Banda Aceh – Tim Kecamatan Syiah Kuala akan menantang kekuatan skuadra PSSI Banda Aceh pada laga final Turnamen Sepakbola Eksekutif U-45 Antar Kecamatan se-Kota Banda Aceh. Partai pamungkas kejuaraan yang digelar PSSI Banda Aceh dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut akan dipentaskan di Lapangan Ex Rugby, Lambung, Banda Aceh, Jumat (28/8/2026) sore.
Tarung sore nanti diprediksi bakal berjalan ketat dan alot. Meski para pemain sudah berusia matang karena berumur di atas 45 tahun, namun duel kedua tim tetap bakal seru. Sebab, kedua kubu dipastikan tampil full-team dengan kombinasi pemain sarat pengalaman di liga maupun kelas tarkam.
PSSI Kota Banda Aceh, misalnya. Tim yang nanti petang yang akan dipimpin langsung Ketua PSSI Banda Aceh, Heri Julius bersama Sekum Ir Khaidir TM, mengusung trio legenda Persiraja yaitu Dahlan Jalil, Kurniawan, dan Andi Karim.
Praktis, skill dan teknik olah bola eks pilar inti Laskar Rencong ini membuat kekuatan PSSI Kota cukup membuat lawan ‘keder’.
Belum lagi, PSSI Banda Aceh juga diperkuat Adi Jala, Zulmahdi, hingga Muslihat, membuat kekuatannya makin padu.
Puncaknya, Khaidir TM dkk sukses memaksa kandidat juara Ulee Kareng ‘angkat koper’ di semifinal lewat kemenangan dramatis dari babak ‘tos-tosan’. Di kubu lawan, Syiah Kuala juga tak bisa dipandang sebelah mata. Tim yang dimotori Yusuf Sinaga, Iskandar, Ismail, Faisal, Jhon, serta Nazar ini, tak bisa dianggap remeh.
Meski sempat babak belur dilaga pembuka Grup B usai digulung Ulee Kareng 0-4, tapi selepas itu, Syiah Kuala tak lagi tertahankan.
Semua Laga sukses dimenangkan, termasuk duel ketat dengan Kuta Alam di semifinal.
Praktis, laju mulus ini menjadi modal besar bagi Syiah Kuala untuk menatap laga final.
Seremoni Penutupan
Sementara itu, setelah pertandingan final, langsung digelar seremoni penutupan turnamen berhadiah total Rp 10 juta tersebut.
Ketua PSSI Banda Aceh, Heri Julius, didampingi Ketua Panitia, Ir Khaidir TM, mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan secara prosesi penutupan turnamen eksekutif tersebut.
“Kita meminta Ibu Wali Kota bisa menutup secara resmi turnamen ini. Jika Beliau berhalangan, penutupan akan dilakukan Ketua KONI Banda Aceh,” ujarnya.(*)

















Tidak ada Respon