Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh Hadirkan Sejarah Perjuangan Bangsa Lewat Film Radio Rimba Raya dan Cut Nyak Dhien

10 dilihat
MAS Ulumul Qur’an (MUQ) Banda Aceh memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memutar film Radio Rimba Raya dan Cut Nyak Dhien untuk menggugah semangat nasionalisme, sejarah, serta kreativitas dan kebersamaan peserta didik.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Banda Aceh – Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ulumul Qur’an Banda Aceh memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, nasionalisme, sejarah, serta kreativitas dan kebersamaan peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (15/8/2026) tersebut mengusung semangat tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Peringatan kemerdekaan di lingkungan madrasah itu dikemas melalui tiga kegiatan utama, yakni doa dan yasinan bersama, pemutaran serta diskusi film sejarah, dan berbagai perlombaan bagi siswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa dan yasinan bersama yang diikuti keluarga besar MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh. Kegiatan tersebut dipimpin Pembina OSIM, Ustaz Muhajirin SHI.

Example 300x600

Doa bersama menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk mengenang sekaligus mendoakan para pahlawan dan syuhada yang telah berjuang mempertahankan tanah air. Melalui kegiatan tersebut, siswa juga diajak memahami bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh secara mudah, melainkan melalui perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan doa.

Belajar Sejarah Melalui Film
Usai doa dan yasinan, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran serta diskusi dua film sejarah, yakni Cut Nyak Dhien dan Radio Rimba Raya. Pemilihan kedua film tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah perjuangan bangsa dan Aceh. Film Cut Nyak Dhien mengajak siswa mengenal perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda sebelum Indonesia merdeka.

Sementara itu, film Radio Rimba Raya memberikan gambaran mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Diskusi film Radio Rimba Raya menghadirkan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh, Khawaled SPdI sebagai narasumber. Ia memiliki pengalaman dalam proses pembuatan film tersebut pada 2011 melalui sebuah lomba yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia saat itu.

Film tersebut mengangkat sejarah Radio Rimba Raya yang berada di kawasan Aceh Tengah dan memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia setelah Agresi Militer Belanda.

Ketika Belanda berupaya menguasai kembali Indonesia dan menyebarkan informasi bahwa Republik Indonesia telah runtuh, Radio Rimba Raya menjadi salah satu sarana perjuangan untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan Republik Indonesia kepada dunia internasional.

Melalui siaran radio tersebut, keberadaan dan perjuangan Republik Indonesia dapat diketahui hingga ke berbagai wilayah dan negara. Sejarah Radio Rimba Raya sekaligus menjadi bukti bahwa Aceh memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, khususnya melalui jalur komunikasi, diplomasi dan penyebaran informasi.

Bagi para siswa MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh, pemutaran film tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Kegiatan itu dikemas sebagai media pembelajaran sejarah agar peserta didik dapat memahami peristiwa masa lalu secara lebih dekat dan kontekstual.

Mengenal Perjuangan Cut Nyak Dhien
Sementara diskusi film Cut Nyak Dhien menghadirkan guru sejarah MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh, Anjelita Winda Kusuma SPd Gr. Melalui film tersebut, siswa diajak mengenal sosok Cut Nyak Dhien sebagai salah satu tokoh perempuan penting dalam sejarah Perang Aceh. Cut Nyak Dhien dikenal tetap melanjutkan perjuangan melawan kolonial Belanda setelah wafatnya Teuku Umar.

Perjuangannya menjadi simbol keberanian, keteguhan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Para siswa diajak memahami bahwa semangat perjuangan Cut Nyak Dhien tidak hanya relevan untuk dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pendidikan, kedisiplinan, persatuan, tanggung jawab dan prestasi.

Kepala MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh, Novi Zahra SPdI mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi kesempatan bagi madrasah untuk menanamkan nilai nasionalisme sekaligus memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada peserta didik.

“Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak kita semakin mencintai tanah air dan tidak melupakan jasa para pahlawan serta para syuhada yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya. Ditutup dengan Perlombaan Setelah rangkaian doa serta pemutaran dan diskusi film sejarah, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan para siswa.

Sejumlah perlombaan tradisional dan permainan digelar, di antaranya lomba kukur kelapa, lomba roma, bola gembira dan berbagai permainan lainnya. Antusiasme siswa terlihat sepanjang perlombaan. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat sembari membangun suasana kebersamaan antarsiswa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang. Suasana peringatan HUT ke-81 RI di madrasah tersebut pun berlangsung meriah sekaligus sarat dengan nilai pendidikan.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh, Khawaled, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak terlepas dari peran dan antusiasme pengurus OSIM dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Madrasah berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman sekaligus pemahaman sejarah kepada siswa.

“Peringatan kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan dengan kegiatan seremonial. Kita ingin anak-anak merasakan kemerdekaan sekaligus memahami sejarah perjuangan bangsa, mendoakan para pahlawan, dan membangun kebersamaan melalui kegiatan yang positif,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air, memahami sejarah, menjunjung persatuan dan memiliki karakter positif.

Melalui pengenalan perjuangan Cut Nyak Dhien serta peran Radio Rimba Raya, para siswa diharapkan mampu mengambil nilai-nilai perjuangan para pendahulu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bekal ilmu, akhlak, persatuan dan prestasi, generasi muda diharapkan dapat mengisi kemerdekaan sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pahlawan.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250