Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

LPPM USK Gelar Bimtek Pengelolaan Jurnal Ilmiah Guna Meningkatkan SJR dan Strategi Submit ke Scopus

8 dilihat
BIMBINGAN TEKNIK - Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK menggelar kegiatan Coaching/Bimbingan Teknis Peningkatan SJR, Kualitas Artikel, dan Strategi Submit Kembali ke Scopus yang diikuti para pengelola jurnal ilmiah, Senin (24/8/2026).
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Banda Aceh  – Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kualitas publikasi ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi akademik di tingkat internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Coaching/Bimbingan Teknis Peningkatan SJR, Kualitas Artikel, dan Strategi Submit Kembali ke Scopus yang digelar Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang LPPM USK dan secara daring itu merupakan bagian dari Program Equity LPDP USK Tahun Anggaran 2025–2026. Peserta berasal dari para pengelola jurnal ilmiah di lingkungan USK, baik jurnal yang telah terindeks Scopus maupun jurnal yang sedang mempersiapkan pengajuan kembali untuk memperoleh indeksasi tersebut.

Example 300x600

Kepala LPPM USK, Prof Dr Taufiq C Dawood SE membuka kegiatan mewakili Rektor USK. Turut hadir Kepala Subdirektorat Reputasi Universitas, Dr Gholib SPt MSi, yang merupakan bagian dari Tim Equity LPDP USK. Dalam kegiatan tersebut, USK menghadirkan Direktur Direktorat Manajemen Publikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Ir Andi Dirpan STP MSibPhD, sebagai narasumber utama.

Pada sesi pertama, Prof Andi memberikan pemahaman mengenai strategi meningkatkan Scimago Journal Rank (SJR), memperbaiki kualitas artikel, sekaligus mempersiapkan strategi pengajuan kembali jurnal ke Scopus. Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah jurnal dalam proses seleksi Scopus tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem peer review dan konsistensi penerbitan. Lebih dari itu, pengelola jurnal harus memperhatikan berbagai aspek yang menjadi indikator kualitas jurnal internasional.

Aspek tersebut antara lain kebijakan editorial, kualitas dan relevansi konten, reputasi jurnal, keberagaman editor dan penulis, konsistensi publikasi, hingga kualitas pengelolaan jurnal secara daring. Menurut Prof Andi, upaya meningkatkan kualitas jurnal harus dilakukan secara menyeluruh.

Pengelola perlu memastikan artikel yang diterbitkan memiliki kualitas akademik yang baik, abstrak yang jelas, sesuai dengan aims and scope jurnal, serta memiliki kontribusi ilmiah yang kuat. Selain itu, reputasi dan tingkat keterkutipan jurnal juga perlu diperkuat melalui strategi publikasi yang tepat.

Tata kelola editorial yang profesional, kapasitas editor dan reviewer, serta konsistensi penerapan standar publikasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya tersebut. “Peningkatan kualitas jurnal bukan hanya soal memenuhi persyaratan teknis, tetapi bagaimana membangun ekosistem publikasi yang mampu menghasilkan artikel berkualitas dan memiliki dampak akademik,” ulasnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Para pengelola jurnal USK menyampaikan berbagai pengalaman, tantangan, serta persoalan yang dihadapi dalam proses pengelolaan jurnal dan pengajuan indeksasi Scopus.

Sesi kedua menghadirkan Wakil Kepala LPPM USK sekaligus Editor in Chief Studies in English Language and Education (SiELE) Journal, Prof Dr Yunisrina Qismullah Yusuf SPd MLing.

Ia membawakan materi bertajuk “Best Practices at SiELE Journal”. Dalam sesi tersebut, Prof Yunisrina membagikan pengalaman dan praktik pengelolaan SiELE sebagai salah satu jurnal yang berupaya menjaga standar publikasi internasional.
Ia menekankan pentingnya peran editor dalam menjaga mutu artikel ilmiah.

Editor tidak hanya bertugas memeriksa kesesuaian naskah dengan pedoman jurnal, tetapi juga harus mampu melihat kekuatan dan kelemahan substansi artikel secara menyeluruh.

Menurutnya, editor perlu memiliki ketelitian dalam menilai argumentasi, metodologi, research gap, kontribusi penelitian, hingga konsistensi dan kejelasan bahasa. Bahkan, aspek teknis seperti penggunaan istilah, sitasi, dan format penulisan juga perlu mendapat perhatian.

Peran tersebut menjadikan editor sebagai salah satu elemen penting dalam memastikan artikel yang diterbitkan memiliki kualitas akademik yang baik, jelas, konsisten, dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Kepala PPJI USK, Dr drh Hafizuddin MSi bertindak sebagai moderator dalam kedua sesi kegiatan tersebut. Melalui coaching tersebut, LPPM USK mendorong pengelola jurnal agar menjadikan indeksasi Scopus bukan semata-mata sebagai tujuan akhir.
Lebih jauh, indeksasi diharapkan menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas jurnal secara berkelanjutan.

Penguatan mutu artikel, tata kelola editorial, kapasitas editor dan reviewer, kualitas proses peer review, serta peningkatan visibilitas jurnal menjadi sejumlah strategi yang dinilai penting untuk memperkuat reputasi publikasi ilmiah USK di tingkat internasional.

Kegiatan yang diikuti secara luring dan daring tersebut ditutup pada pukul 17.00 WIB, oleh pimpinan LPPM USK bersama tim PPJI dan panitia pelaksana. Melalui kegiatan ini, USK berharap semakin banyak jurnal di lingkungan kampus mampu memenuhi standar publikasi internasional dan meningkatkan daya saing akademiknya di tingkat global.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250