
Surakyat.com | Banda Aceh – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Aceh mengadakan rapat perdana setelah kepengurusan baru terbentuk. Dalam rapat yang digelar di sebuah warung kopi kawasan Ketapang Dua, Banda Aceh, Minggu (30/8/2026) itu, menyusun sejumlah program kerja dan agenda kompetisi untuk penguatan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet catur di Aceh. Rapat dipimpin Ketua Percasi Aceh, M Hendrik Friasayani ST MT didampingi Ketua Harian Syarkawi Yuzan, Wakil Ketua IV Zulfadli, Sekretaris M Taufik WNM, dan Bendahara Jalaluddin.dang Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pengurus bidang-bidang lainnya.
Ketua Percasi Aceh, M Hendrik Friasayani mengatakan, rapat perdana menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pengurus dalam menjalankan roda organisasi dan menyusun program kerja ke depan. “Setelah rapat perdana ini, kita akan segera bergerak menjalankan sejumlah agenda yang sudah dibahas. Kita ingin Percasi Aceh lebih aktif, solid dan mampu memberikan kontribusi terhada peningkatan prestasi catur Aceh,” ujar M Hendrik Friasayani.
Salah satu agenda yang mendesak dan akan dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan audiensi dengan Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, Ketua DPRA selaku para pembina Pengprov Percasi Aceh, serta pihak-pihak lain dan stakeholder. Audiensi tersebut akan membahas dukungan dan sinergi dalam pengembangan olahraga catur di Aceh.
Percasi Aceh juga akan menyiapkan program kerja dan proposal kegiatan untuk diajukan dalam APBA Perubahan (APBA-P) Tahun Anggaran 2026 dan APBA 2027. “Kita akan menyusun program dan proposal secara terukur, sehingga kegiatan yang diajukan nantinya benar-benar mendukung pembinaan atlet, kompetisi dan pengembangan organisasi Percasi di Aceh,” ujar Hendrik.
Dalam bidang kompetisi, lanjut Hendrik, Percasi Aceh merencanakan pelaksanaan event bulanan di sekitar Banda Aceh. Selain itu, event mingguan Percasi Aceh secara online akan mulai dilaksanakan pada September 2026. “Event catur mingguan online ini diharapkan menjadi wadah bagi pecatur untuk tetap berkompetisi secara rutin. Sedangkan event bulanan akan kita arahkan sebagai ajang tatap muka sekaligus pembinaan pecatur,” jelasnya.
Pengprov Percasi Aceh juga mempersiapkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), dan pelantikan pengurus. Pelaksanaan kegiatan tersebut masih bersifat tentatif dan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Sementara di bidang organisasi, Percasi Aceh akan segera menunjuk caretaker atau pelaksana tugas bagi Pengurus Percasi Kabupaten/Kota yang masa kepengurusannya telah berakhir. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kevakuman organisasi sekaligus mempersiapkan pembentukan kepengurusan definitif di masing-masing daerah.
“Kita ingin seluruh Kabupaten/Kota memiliki organisasi yang aktif. Karena itu, daerah yang masa kepengurusannya sudah berakhir akan segera kita tindak lanjuti sesuai mekanisme organisasi,” ujar Hendrik.
Hendrik mengatakan, seluruh program akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan koordinasi dan kebersamaan seluruh pengurusSeiring dengan berjalannya organisasi, pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan dan prestasi catur Aceh bisa semakin baik dan diperhitungkan,” pungkas M Hendrik.
Master FIDE (MF) Muhammad Hendrik Friasayani ST MT terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Aceh untuk masa bakti 2026-2030. Pemilihan ini berlangsung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Percasi Aceh yang digelar di Banda Aceh pada Senin, 20 April 2026.
Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Panitia Musprov tersebut, berhasil meraih kepercayaan dari para pemegang suara (voter) 13 Kabupaten/Kota yang hadir. Ia menggantikan kepengurusan periode sebelumnya yang telah berakhir pada Desember 2025.(min)
Poin-poin penting hasil rapat perdana antara lain :
1. Dalam waktu dekat perwakilan Pengurus akan melakukan audiensi dengan (Gubernur/Wagub/Sekda/Ketua DPRA) para pembina Pengprov Percasi Aceh dan pihak-pihak lain yang diperlukan.
2. Menyiapkan program kerja dan proposal untuk diajukan kegiatannya pada APBA Perubahan 2026 dan APBA 2027.
3. Melaksanakan even bulanan disekitar wilayah Banda Aceh dan Even Mingguan Online Percasi Aceh yang mulai dilaksanakan bulan September 2026.
4. Mempersiapkan even Kejurprov, Rakerprov dan Pelantikan yang waktunya tentatif tergantung ketersediaan anggaran.
5. Segera menunjuk carateker atau Pelaksana Tugas bagi daerah Kab/Kota yang telah berakhir masa kepengurusannya.(min)


















Tidak ada Respon