
Surakyat.com | Aceh Besar – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar menggelar Seminar Internasional secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (9/9/2026). Seminar yang berlangsung selama dua jam mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.30 WIB tersebut, diikuti 185 kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP Negeri dalam lingkup Disdikbud Aceh Besar.
Seminar dibuka oleh Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Aceh Besar, Dr Agus Jumaidi MPd. Dalam sambutannya, Agus menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang visioner, adaptif, dan inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif.
Kepala sekolah dituntut mampu membangun visi yang jelas, mengembangkan kolaborasi, mendorong inovasi serta menggerakkan seluruh warga sekolah untuk menciptakan perubahan positif. Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber dari dalam dan luar negeri. Yakni Dr Shahrinizam Mohd Amin dari Malaysia dan Dr Muhammad Aulia MTESOL MA dari Universitas Syiah Kuala (USK).
Dr Shahrinizam yang saat ini berkiprah sebagai Pensyarah di Universiti Muhammadiyah Malaysia menyampaikan materi mengenai transformasi pendidikan, pengurusan, serta kepemimpinan institusi pendidikan. Ia menekankan bahwa pemimpin pendidikan harus memiliki visi yang kuat, mampu memotivasi warga sekolah, mengelola perubahan dan menciptakan inovasi agar satuan pendidikan mampu beradaptasi dengan tuntutan masa depan.
Sementara itu, Dr Muhammad Aulia yang merupakan akademisi USK sekaligus Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Pascasarjana USK memberikan perspektif akademik mengenai perkembangan pendidikan dan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan dalam membangun satuan pendidikan berkualitas.
Selain membahas transformasi pendidikan dan kepemimpinan sekolah, seminar juga mengangkat nilai pengabdian guru. Dr Shahrinizam menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan dan penghargaan terhadap profesi guru merupakan hal penting. Namun, menurutnya, guru memiliki nilai pengabdian yang jauh lebih luas karena tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter, memberikan keteladanan dan mempersiapkan generasi penerus.
Nilai pengabdian tersebut, kata dia, tercermin dari ilmu yang diberikan guru kepada peserta didik. Ilmu yang bermanfaat dapat terus memberikan kebaikan meskipun seorang pendidik telah menyelesaikan masa tugasnya. Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para kepala sekolah agar terus memberikan ruang dan apresiasi terhadap guru yang telah menjalankan tugas serta pengabdiannya.
Seminar internasional tersebut sekaligus menjadi momentum bagi 185 kepala sekolah untuk memperkuat peran sebagai pemimpin perubahan di satuan pendidikan masing-masing. Para kepala sekolah diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang inovatif dan kolaboratif, menciptakan lingkungan kerja yang positif, meningkatkan motivasi guru serta memberikan apresiasi terhadap dedikasi para pendidik.
Wawasan yang diperoleh melalui seminar diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterapkan dalam praktik kepemimpinan di sekolah sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Peringatan Hardikda Aceh ke-67 melalui kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Disdikbud Aceh Besar memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pertukaran gagasan antara narasumber dari Malaysia dan akademisi USK diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi kepala sekolah dalam menghadapi perubahan sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan pendidikan. Disdikbud Aceh Besar berkomitmen terus mendorong peningkatan kompetensi dan kapasitas kepala sekolah guna mewujudkan tata kelola pendidikan yang efektif, inovatif, kolaboratif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan demikian, Seminar Internasional Hardikda Aceh ke-67 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan refleksi untuk memperkuat transformasi pendidikan serta meneguhkan kembali pentingnya nilai pengabdian guru dalam membangun generasi masa depan.(min)



















Tidak ada Respon