
Surakyat.com | Banda Aceh – Anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI Aceh periode 2022-2026, Muslim MS SE CP LA resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (balon) Ketua PSSI Provinsi Aceh masa bakti 2026-2030. Muslim MS yang akrab disapa Keuchik Muslim bersama tim mendatangi Sekretariat Komite Pemilihan (KP) PSSI Aceh di Kantor PSSI Aceh, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Jumat (4/9/2026) sore, dengan membawa berkas berisikan syarat pendaftaran sebagai balon ketua PSSI Aceh.
Usai mendaftarkan diri sebagai balon ketua PSSI Aceh, Keuchik Muslim menyatakan komitmennya untuk memperbaiki iklim kompetisi sepakbola Aceh ke depan. Salah satunya, ia berjanji akan menggratiskan biaya administrasi pendaftaran Liga 4 dan Piala Soeratin U-17, U-15, serta U-13, jika dirinya terpilih dalam Kongres PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026 mendatang.
Muslim mengatakan, penghapusan biaya pendaftaran memang menjadi salah satu program yang disiapkannya untuk menghidupkan kembali klub-klub sepakbola di Aceh yang selama ini tidak aktif atau vakum akibat keterbatasan biaya. Menurut dia, klub yang mengikuti Liga 4 saat ini harus menyiapkan biaya pendaftaran sekitar Rp10 juta.
Sementara untuk Piala Soeratin kelompok umur U-17, U-15, dan U-13, setiap klub dikenakan biaya sekitar Rp5 juta. “Kita akan gratiskan biaya pendaftaran dan mengutip biaya administrasi untuk sekedarnya saja,” janji mantan Ketua Askab PSSI Aceh Besar ini.
“Tujuannya agar klub-klub yang selama ini vakum bisa hidup kembali dan memiliki kesempatan mengikuti Liga 4 maupun Piala Soeratin,” kata Keuchik Muslim.
Ia menegaskan, apabila mendapat kepercayaan dari voter atau pemilik suara dalam Kongres PSSI Aceh, dirinya akan berupaya melakukan perubahan kebijakan untuk mendorong perkembangan sepakbola Aceh. Menurutnya, program yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang lebih luas bagi klub-klub daerah agar dapat kembali aktif dan berkembang.
“Kalau amanah ini diberikan kepada saya oleh voter pada kongres nanti, kita akan membuat perubahan untuk kemajuan sepakbola Aceh ke depan. Program ini akan kita jalankan selama empat tahun kepengurusan,” ujarnya.
Selain membebaskan biaya administrasi pendaftaran, Muslim juga berencana memberikan uang pembinaan kepada klub yang berhasil menjadi juara Liga 4 dan Piala Soeratin pada seluruh kelompok umur yang dipertandingkan.
“Kita tidak hanya akan membebaskan biaya pendaftaran, tetapi juga akan memberikan uang pembinaan kepada juara Liga 4 dan Piala Soeratin U-17, U-15, dan U-13,” tegasnya. Keuchik Muslim juga memiliki program untuk menghidupkan kembali kompetisi lokal antarklub se-Aceh.
Kompetisi tersebut direncanakan memperebutkan Piala Gubernur Aceh dan menjadi salah satu wadah bagi klub-klub kabupaten/kota untuk kembali aktif dalam pertandingan. Menurut Keuchik Muslim, keberadaan kompetisi lokal penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan pemain sekaligus memberikan kesempatan kepada klub daerah untuk menunjukkan kemampuan.
Di sektor pembinaan usia dini, ia menyiapkan turnamen Sekolah Sepak Bola (SSB) kelompok umur U-12 dan U-10 se-Aceh untuk memperebutkan Piala Ketua Asprov PSSI Aceh. Turnamen usia dini tersebut direncanakan digelar sedikitnya dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan. Dengan agenda rutin tersebut, pembinaan pemain muda diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Untuk usia dini, kita akan menggelar turnamen SSB U-12 dan U-10 se-Aceh paling kurang enam bulan sekali, sehingga dalam setahun bisa dua kali dilaksanakan,” jelasnya. Program lainnya yang disiapkan adalah turnamen Legend U-45 antarkabupaten/kota se-Aceh. Kompetisi tersebut akan dijadikan agenda tahunan selama masa kepengurusan jika dirinya terpilih.
Muslim mengatakan, berbagai program tersebut akan diupayakan dengan memanfaatkan subsidi anggaran dari PSSI Pusat serta dukungan sponsor. “Kita akan menggunakan anggaran subsidi dari PSSI Pusat serta akan mencari sponsor untuk mendukung pelaksanaan kompetisi Liga 4 dan Piala Soeratin di semua usia,” urai dia.
“Insya Allah, kalau amanah ini diberikan kepada saya, program-program tersebut akan kita jalankan secara bertahap selama empat tahun kepengurusan,” pungkasnya.
Melalui sejumlah program tersebut, Muslim berharap sepakbola Aceh dapat berkembang secara lebih merata, mulai dari klub senior, kompetisi usia muda, hingga pembinaan pemain usia dini. Keuchik Muslim juga menilai kompetisi yang rutin dan terjangkau dapat menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali klub-klub yang selama ini terkendala biaya operasional.(min)


















Tidak ada Respon