
Surakyat.com | Bener Meriah – Menyusul terjadinya erupsi enam gunung api di Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah menyampaikan situasi terkini tentang status Gunung Burni Telong, Sabtu (12/9/2026).
Kapala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, melalui pers rilisnya menyebutkan bahwa berdasarkan laporan aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong dari Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong, PVMBG, periode pengamatan 7–8 September 2026, status Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada).
Dari hasil pemantauan visual, lanjut Ilham menunjukkan gunung dalam kondisi jelas hingga berkabut, dengan asap kawah nihil.
“Aktivitas kegempaan tercatat berupa gempa Vulkanik Dalam sebanyak 4 kejadian pada tanggal 7 September dan 3 kejadian pada 8 September, serta gempa Tektonik Jauh sebanyak 5 kejadian pada 8 September 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data pemantauan tersebut, belum terdapat laporan erupsi Gunung Burni Telong dalam periode pengamatan tersebut.
Ilham Abdi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta BPBD Bener Meriah.
“Kami mengimbau masyarakat Bener Meriah untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Gunung Burni Telong saat ini masih berada pada Level II (Waspada), dan pemantauan terus dilakukan,” kata Ilham.
Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat dan pendaki gunung agar tidak mendekati area kawah Gunung Burni Telong dalam radius 2 kilometer.
Tidak berada di kawasan fumarola dan solfatara, khususnya saat cuaca mendung atau hujan. Mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD Bener Meriah dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.(min)















Tidak ada Respon