
Surakyat.com | Aceh Tengah – Mitahuddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Aceh Tengah periode 2026–2030. Ia berkomitmen menjadikan pembinaan atlet usia dini sebagai prioritas utama kepengurusannya.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PBSI Aceh Tengah di Aula Kantor Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Takengon, Sabtu (12/9/2026).
Sidang Muskab dipimpin oleh Wakil Sekretaris Umum PBSI Provinsi Aceh, Arif D Mulia, didampingi Fadhul Hadi sebagai Sekretaris Sidang dan Efendi Yusuf sebagai Anggota Sidang.
Mitahuddin melenggang memimpin organisasi setelah mendapat dukungan penuh dari klub-klub yang terdaftar dalam Sistem Informasi (SI) PBSI.
Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Aceh Tengah, Ketua PBSI Aceh Tengah periode sebelumnya Edi Kurniawan, serta para ketua klub bulu tangkis setempat.
Ketua PBSI Aceh Tengah periode sebelumnya, Edi Kurniawan, mengapresiasi kelancaran Muskab yang menjadi tonggak keberlanjutan roda organisasi.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan program pembinaan yang sudah berjalan sekaligus melahirkan terobosan segar.
“Kekompakan seluruh elemen bulu tangkis menjadi kunci utama untuk membangun pembinaan atlet yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Edi, seraya mengajak para pelatih, atlet, dan insan olahraga untuk solid mendukung kepemimpinan Mitahuddin.
Sementara itu, Mitahuddin yang juga Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendongkrak prestasi bulu tangkis di dataran tinggi Gayo tersebut.
Ia menyatakan, fokus utamanya adalah mencetak atlet potensial melalui sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan.
“Pembinaan atlet akan menjadi salah satu prioritas utama kepengurusan ke depan. Kita ingin pembinaan dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet Aceh Tengah yang berprestasi,” kata Mitahuddin.
Mitahuddin menambahkan, kemajuan prestasi bulu tangkis tidak bisa dicapai hanya oleh pengurus PBSI semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari klub, pelatih, orangtua atlet, hingga pemerintah daerah.
Usai terpilih, kepengurusan baru PBSI Aceh Tengah 2026–2030 dijadwalkan segera menyusun program kerja strategis guna memperkuat fondasi organisasi dan pembinaan atlet menuju level kompetisi yang lebih tinggi.(min)


















Tidak ada Respon