
Surakyat.com |Pidie Jaya – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Universitas Malaya (UM), Malaysia melaksanakan program pengabdian masyarakat internasional bertajuk International Service-Learning Program for Post-Disaster Recovery through Child Trauma Healing, Disaster Education, and Communityh Empowerment di Pidie Jaya, Kamis (23/7/Program ini sebagai wujud kolaborasi lintas negara dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan, dan pelayanan kemanusiaan.
Kegiatan dipusatkan di tiga desa di Kabupaten Pidie Jaya meliputi Gampong Dayah Husen, Desa Blang Gawe, dan Gampong Geunteng. Tim gabungan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari Fakult as Pertanian USK serta Universitas Malaya berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan edukatif.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan ke lokasi pengabdian dan disambut dengan hangat oleh perangkat gampong serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Helmi SSTP MSi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi antara kedua perguruan tinggi yang dinilai mampu memperkuat upaya pemulihan masyarakat secara berkelanjutan melalui kontribusi akademisi.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tiga fokus utama. Pada bidang pemberdayaan lingkungan dan pertanian, tim ini melaksanakan penanaman bibit pohon produktif seperti durian, alpukat, dan mangga sebagai bagian dari upaya penghijauan dan rehabilitasi kawasan terdampak bencana. Dalam hal ini Firdaus, SHut MSi dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Aceh ikut berperan dalam pengdaan bibit tanaman dan proses penanaman bibit pohon tersebut. Selain itu, kelompok tani di desa sasaran menerima bantuan Electric Sprayer untuk mendukung efektivitas kegiatan pertanian.
Di bidang edukasi kebencanaan, masyarakat memperoleh modul pembelajaran mengenai kesiapsiagaan bencana sebagai bekal menghadapi potensi bencana di mas mendatang. Tim ini juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan logistik kepada kelompok masyarakat rentan, seperti kaum dhuafa, fakir miskin, dan para janda di ketiga Gampong tersebut.
Selain itu, perhatian terhadap pemulihan psikologis anak-anak diwujudkan melalui kegiatan Child Trauma Healing. Para relawan mengajak anak-anak mengikuti permainan edukatif, aktivitas interaktif, serta berbagai kegiatan yang bertujuan mengembalikan rasa aman dan keceriaan setelah mengalami dampak bencana. Pada akhir kegiatan, anak-anak juga menerima paket logistik dan hadiah sebagai bentuk dukungan moral.
Kolaborasi internasional antara Universitas Syiah Kuala dan Universitas Malaya ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, pendidikan, dan psikologis, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya.(min)



















Tidak ada Respon