Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Aceh Bidik Tambahan Raihan Medali di PON Beladiri Manado

10 dilihat
Kennedi Husein.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh saat ini sedang melakukan Pelatda terpusat yang akan berlangsung selama empat bulan ke depan, sebagai persiapan intensif menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) PON Beladiri ke-2 di Manado, Sulawesi Utara. “Kita punya target untuk memperbaiki perolehan medali di PON Beladiri Manado, atau lebih baik dari PON Beladiri ke-1 di Kudus tahun lalu,” kata Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein yang didampingi Ketua Pelatda KONI Aceh, Bachtiar Hasan, Selasa (18/08/2026) siang.

Menurut Kennedi, bila pada PON Beladiri ke-1 di Kudus, Jateng, jumlah cabor yang dipertandingkan mencapai sepuluh cabor, maka di Manado, jumlah cabor yang dipertandingkan hanya tujuh cabor. Masing-masing cabor Anggar, Hapkido, Kurash, Kick Boxing, Tinju, Muaythai dan Mix Martial Art (MMA). Saat tampil di Kudus, kontingen Aceh berhasil meraih 1 medali emas 3 perak dan 9 medali perunggu.
Namun untuk PON Beladiri Manado, Kennedi yang didampingi oleh Bachtiar Hasan, merasa optimis jika Aceh kali ini akan melampaui prestasi di PON Beladiri di Kudus.

Example 300x600

Kennedi mengatakan, pihak KONI Aceh menargetkan medali emas di setiap cabor yang diikuti. Meskipun begitu, ada cabor prioritas, seperti Anggar dan Muaythai. Hal tersebut juga diakui oleh Syarwan, pelatih Muaythai yang kini menjadi pelatih MMA.

Seperti diketahui, pada PON ke-21 Aceh-Sumut tahun 2024 lalu, Aceh tampil perkasa di Cabor Anggar dengan menyabet 4 medali emas dan Muaythai meraih 3 medali emas. “Berdasarkan perolehan itu, serta latihan keras yang kini dijalani para atlet melalui pemusatan latihan (TC) Sentral, kita optimis peningkatan perolehan medali ema situ akan terwujud, bahkan meningkat 100 persen dari perolehan medali di Kudus.,” kata Bachtiar Hasan yang juga Ketua Pelatda sekaligus Wakil Ketua 2 KONI Aceh.

Saat ini, Aceh sedang menggodok Pelatda terpusat menuju PON Beladiri Manado yang dijadwalkan berlangsung tanggal 20 Oktober 2026. Pelatda terpusat itu telah dimulai sejak tanggal 19 Juni 2026 dan berlangsung selama empat bulan atau hingga 19 Oktober 2026. Aceh mempersiapkan 43 orang atlet plus 15 orang pelatih, sehingga total  58 orang. Para atlet dan pelatih itu diinapkan di sebuah penginapan di Kota Banda Aceh selama menjalani Pelatda.

Sebelum menuju PON Beladiri Manado, para atlet yang dipersiapan oleh KONI Aceh itu akan diberikan kesempatan untuk melakukan serangkaian ujicoba dalam bentuk tour antardaerah maupun turnamen lokal, sebagai upaya membekali jam terbang serta pengalaman latih tanding bagi para atlet agar lebih siap dalam menyongsong even PON Beladiri Manado.

Bahkan pekan lalu, para atlet yang ikut Pelatda dengan biaya dari KONI Aceh itu, telah melakukan rangkaian test fisik, untuk menguji tingkat daya tahan atau endurance serta keahlian atau kompetensi (skill). Dengan data itu akan diketahui tingkat kemampuan dan pemahaman atlet terhadap materi latihan.

Di bagian lain, Kennedi menambahkan, PON Beladiri Manado juga menjadi bagian dari ajang mengasah kemampuan para atlet cabor beladiri menuju Pra PON, Porwil dan target akhir menuju PON 2028 NTB/NTT. “Kita ingin membekali jam terbang bagi para atlet sebelum menuju ajang multi even hingga PON 2028,” pungkas Kennedi Husein.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250