
Surakyat.com | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota se-Aceh menyatakan dukungan terhadap keputusan KONI Aceh mengambil alih pelaksanaan Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) cabang olahraga bola voli. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menyelamatkan keberlangsungan kompetisi sekaligus memastikan atlet voli Aceh tetap memiliki kesempatan tampil pada PORA XV di Aceh Jaya.
Dukungan itu mengemuka dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor KONI Aceh. Sejumlah perwakilan KONI kabupaten/kota hadir dan menyatakan kesiapan mendukung kebijakan tersebut, termasuk KONI Bireuen, Sinabang, Sabang, Aceh Tengah, Aceh Barat dan Aceh Besar.
Perwakilan KONI Bireuen, Mukhlis dan Usdami menyebut, keputusan KONI Aceh sebagai langkah tepat demi kepentingan atlet dan perkembangan olahraga voli di Aceh. “Ini langkah yang tepat demi menyelamatkan atlet dan olahraga voli di Aceh. Kami dari KONI Bireuen mendukung penuh kebijakan ini,” kata mereka.
Hal senada disampaikan Ketua KONI Aceh Besar, Bahtiar. Ia menilai bola voli memiliki basis penggemar yang sangat besar di Aceh sehingga persoalan penyelenggaraan Pra PORA tidak boleh menghambat kesempatan atlet untuk bertanding. Menurutnya, dukungan dari KONI kabupaten/kota perlu dituangkan secara tertulis agar memiliki dasar yang jelas dalam pelaksanaan agenda tersebut.
“Voli adalah olahraga rakyat di Aceh yang popularitasnya hanya sedikit di bawah sepakbola. Kita semua perlu menyelamatkannya,” ujar Bahtiar.
Rapat tersebut dipimpin Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Hussein, didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Achyar ST, Wakil Ketua Umum I, HT Rayuan Sukma, Wakil Ketua Umum II, Bachtiar Hasan, serta jajaran pengurus lainnya. Hadir pula Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Pra PORA Voli Aceh.
Kennedi menjelaskan, keputusan mengambil alih pelaksanaan Pra PORA Voli merupakan hasil dari berbagai pertimbangan. Menurutnya, KONI Aceh merespons aspirasi pegiat voli dan keinginan atlet agar tetap dapat mengikuti PORA XV di Aceh Jaya.
Ia mengatakan, pelaksanaan Pra PORA sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan akibat belum terselesaikannya persoalan komunikasi dengan Pengprov PBVSI Aceh. “Kami semata-mata menjawab aspirasi rekan-rekan pegiat voli se-Aceh serta kehendak tulus atlet untuk ikut meramaikan PORA ke-15 di Aceh Jaya,” ujar Kennedi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Aceh, HT Rayuan Sukma mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pengurus Pusat (PP) PBVSI di Jakarta terkait pelaksanaan Pra PORA tersebut. Menurut Rayuan, PP PBVSI memahami langkah yang ditempuh KONI Aceh apabila bertujuan menjaga kepentingan olahraga voli di Aceh.
Namun, PP PBVSI memberikan perhatian khusus terhadap aspek perwasitan.
“Mereka setuju saja jika memang untuk kemaslahatan dunia voli di Aceh,” terangnya.
“Hanya saja mereka menitip pesan agar wasit yang memimpin pertandingan benar-benar kompeten dan kredibel,” kata HT Rayuan.
Sekum KONI Aceh, Achyar ST menambahkan, pihaknya sebelumnya telah berupaya menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan di internal Pengprov PBVSI Aceh.
Namun, berbagai upaya tersebut belum menghasilkan penyelesaian sehingga jadwal Pra PORA terus mengalami penundaan.
Menurut Achyar, pengambilalihan juga mempertimbangkan aspek hukum, termasuk kepastian legalitas dalam penggunaan anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan.
“Kita mengambil alih dengan banyak pertimbangan, termasuk dari sisi hukum, terutama terkait legalitas pendanaan,” ujarnya.
Ketua Panpel Pra PORA Voli Aceh, Saiful Hazainun melaporkan, sedikitnya 18 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan mengikuti kompetisi. Pra PORA akan mempertandingkan nomor voli indoor putra dan putri serta voli pasir putra dan putri.
Sementara itu, Aceh Besar yang menjadi tuan rumah terus mempersiapkan berbagai kebutuhan pertandingan.
Plt Kadispora Aceh Besar, H Abdullah menyampaikan, empat lapangan telah disiapkan dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir. Pra PORA Voli Aceh dijadwalkan berlangsung 7–14 September 2026. Untuk menunjang pelaksanaan, panitia juga menyiapkan akomodasi bagi atlet, ofisial dan wasit di sejumlah lokasi. Antara lain Wisma Atlet, Wisma PKK, Mess Bapelkes dan Mess Disnaker Mobduk Aceh Besar.
“Kita juga siagakan beberapa rumah warga yang bisa dimanfaatkan. Kita siapkan penginapan untuk 396 orang atlet,” kata Abdullah.
Dengan dukungan KONI kabupaten/kota dan kesiapan tuan rumah, pelaksanaan Pra PORA Voli diharapkan berjalan lancar serta menjadi jalan bagi atlet-atlet terbaik Aceh untuk tampil pada PORA XV di Aceh Jaya.(min)


















Tidak ada Respon