Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Berhasil Mendorong Perkembangan Riset dan Kekayaan Intelektual, Kemenkum Aceh Serahkan Penghargaan kepada Universitas Syiah Kuala

10 dilihat
SERAHKAN PENGHARGAAN - Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Dr Drs Meurah Budiman, SH, MH menyerahkan penghargaan kepada Rektor USK, Prof Mirza Tabrani, SE, MBA, DBA dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke-81 yang digelar di Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Banda Aceh, 19 Agustus 2026.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong perkembangan riset, inovasi, serta kekayaan intelektual di Aceh. Penghargaan tersebut diberikan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh sebagai bentuk pengakuan terhadap peran USK dalam memperkuat ekosistem penelitian dan menghasilkan kekayaan intelektual yang berpotensi meningkatkan daya saing daerah.

Penghargaan itu diserahkan Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Dr Drs Meurah Budiman, SH, MH kepada Rektor USK, Prof Mirza Tabrani SE MBA DBA. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke-81 yang digelar di Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Banda Aceh, 19 Agustus 2026.

Example 300x600

Bagi USK, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memperluas peran perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang tidak berhenti pada publikasi akademik. Tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Rektor USK, Prof Mirza Tabrani menyampaikan apresiasi kepada Kemenkum Aceh atas penghargaan tersebut. Ia menilai pengakuan itu selaras dengan komitmen USK untuk terus membangun lingkungan akademik yang mendukung lahirnya riset dan inovasi.
Menurut Mirza, penguatan kekayaan intelektual menjadi salah satu bagian penting dalam proses membawa hasil penelitian dari lingkungan kampus menuju tahap pemanfaatan yang lebih luas.

Karena itu, dosen dan peneliti didorong untuk memperhatikan perlindungan terhadap hasil temuan mereka, sekaligus memikirkan peluang pengembangan dan hilirisasinya. “Penghargaan ini tentu saja sangat istimewa. Karena sangat sejalan dengan tekad USK selama ini untuk terus melahirkan riset maupun kekayaan intelektual yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Mirza.

Ia menambahkan, pemanfaatan hasil riset membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan inovasi hingga dapat diterapkan di tengah masyarakat. USK karena itu akan memperkuat hubungan dengan pemerintah, pelaku usaha, dunia industri, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang agar hasil penelitian dan inovasi dari kampus dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Aceh.

“USK akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar hasil riset dan inovasi dapat menjadi kekuatan baru bagi pembangunan Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Meurah Budiman dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Hukum Republik Indonesia.
Dalam sambutan itu, pemerintah menyampaikan penghargaan kepada para mitra kerja yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas Kementerian Hukum. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui sinergi dan kolaborasi merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan hukum sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa momentum Hari Pengayoman tidak semata-mata menjadi agenda seremonial. ,Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi jajaran Kementerian Hukum untuk mengevaluasi kembali orientasi pelayanan publik.
Prinsip pelayanan, kata dia, harus diarahkan pada penyelesaian masalah secara cepat dan sederhana.

Pemanfaatan teknologi juga perlu dilakukan apabila mampu memangkas proses yang tidak diperlukan. Pada kesempatan berbeda, Ketua Pusat Pengembangan dan Hak Kekayaan Intelektual (PPHKI) LPPM USK, Dr Febri Nurrahmi mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya kampus dalam mengembangkan tata kelola kekayaan intelektual.

Febri menyebut pihaknya akan menjadikan penghargaan itu sebagai motivasi untuk meningkatkan layanan kepada dosen dan peneliti, terutama dalam proses perlindungan serta pendampingan kekayaan intelektual.

Ia berharap semakin banyak hasil penelitian dan inovasi yang lahir dari USK dapat memperoleh perlindungan hukum, kemudian dikembangkan menjadi produk atau solusi yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan penguatan ekosistem riset dan kekayaan intelektual tersebut, USK menargetkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan Aceh tidak hanya melalui pendidikan. Tetapi juga lewat inovasi yang memiliki dampak nyata dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250