
Surakyat.com | Banda Aceh – Dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Said Ali Akbar, SPd MSi berhasil meraih predikat sebagai salah satu peserta terbaik dalam Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten 2026 yang digelar di Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada tanggal 3 September 2026. Said Ali Akbar terpilih sebagai salah satu dari delapan peserta terbaik dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan yang diperuntukkan bagi peserta dari wilayah Medan dan sekitarnya itu diikuti 49 dosen dari berbagai perguruan tinggi. Selain memperoleh predikat peserta terbaik, Said Ali Akbar juga mendapat kepercayaan untuk mewakili seluruh peserta dalam menyampaikan kesan dan pesan pada acara penutupan pelatihan. Capaian tersebut dinilai menjadi prestasi yang membanggakan bagi USK.
Khususnya dalam upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam mengembangkan hasil penelitian dan inovasi menjadi invensi yang memiliki potensi untuk dipatenkan. Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani proses seleksi yang dilakukan oleh panitia. Dari proses tersebut, sebanyak tujuh dosen USK dinyatakan lolos dan berhak mengikuti even tersebut.
Ketujuh dosen USK tersebut yakni: Mardiantono STP MT, Dr Puspita Annaba Kamil SPd MP, Dr Ir Dandi Bachtiar MSc, Dr dr Zulkarnain MSc AIFO-K, Said Ali Akbar SPd MSi, Dr dr Budi Yanti SpP (K), dan Prof Dr drh Nurliana MSi.
Kepala Pusat Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (PPHKI) LPPM USK, Dr Febri Nurrahmi SSos MP mengatakan, pihaknya memfasilitasi keberangkatan ketujuh dosen tersebut setelah dinyatakan lolos seleksi. Menurut Febri, keberhasilan tujuh dosen USK melewati tahapan seleksi menunjukkan bahwa invensi yang diajukan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi paten. “Keberhasilan tujuh dosen USK melewati proses seleksi menunjukkan bahwa invensi yang mereka ajukan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi paten,” ujar Febri.
“PPHKI LPPM USK memfasilitasi keberangkatan mereka untuk mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun dokumen permohonan paten,” terangnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan penguatan materi sekaligus pendampingan dalam menyusun berbagai unsur penting dalam dokumen permohonan paten. Materi yang diberikan meliputi latar belakang invensi, uraian singkat invensi, uraian lengkap invensi, klaim, abstrak, hingga gambar pendukung.
Apresiasi Prestasi Said Ali
Febri mengapresiasi terpilihnya Said Ali Akbar sebagai salah satu peserta terbaik.
Ia menilai, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa dosen USK memiliki kemampuan dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi invensi sekaligus menyusun dokumen paten sesuai ketentuan yang berlaku. “Terpilihnya salah satu dosen USK sebagai peserta terbaik merupakan capaian yang membanggakan,” ucapnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa dosen USK memiliki kemampuan yang baik dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi invensi dan menyusun dokumen paten sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur dia.
Febri berharap, tujuh dosen USK yang mengikuti pelatihan dapat segera menindaklanjuti hasil pendampingan dengan menyelesaikan dan mengajukan permohonan paten atas invensi masing-masing.
Menurutnya, peningkatan jumlah paten menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat perlindungan terhadap hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika USK. “Kami berharap ketujuh dosen tersebut dapat segera mengajukan permohonan paten,” pintanya.
“Pengajuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah paten yang dihasilkan oleh USK sekaligus memperkuat pelindungan terhadap hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika,” ujar Febri.
Selain mengembangkan invensi masing-masing, para peserta juga diharapkan membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan kepada dosen dan peneliti lainnya di lingkungan USK. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta secara individu. Tetapi juga memperkuat budaya inovasi dan kesadaran terhadap perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan kampus.
Keberhasilan tujuh dosen USK lolos seleksi dan capaian Said Ali Akbar sebagai salah satu peserta terbaik menjadi bagian dari upaya USK meningkatkan kualitas serta jumlah paten.Kompetensi yang diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat hilirisasi hasil penelitian sehingga inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi semakin bermanfaat bagi masyarakat.(min)


















Tidak ada Respon