Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Gayo Lues Terus Menunggu, Jeritan Rakyat Terisolasi

Salah satu ruas jalan di Kabupaten Gayo Lues.
Example 468x60
A-AA+A++

Catatan HN Arbie (LoGon Hill Gayo Lues)

SEJAK, Minggu (13/9/2026) pukul 19.00 WIB tadi malam, ratusan penumpang, sopir, pedagang, dan masyarakat yang melintas di ruas Jalan Tetumpun, Desa Ramung, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, terpaksa bermalam di tengah kawasan pegunungan akibat longsor kembali menutup akses utama penghubung Banda Aceh – Medan via Gayo Lues.

Example 300x600

Pagi ini, Senin (14/9/2026) alat berat memang mulai bekerja. Namun, di balik aktivitas tersebut, ada jeritan hati rakyat negeri. Sampai kapan masyarakat Gayo Lues harus hidup dalam ketidakpastian setiap kali bencana datang?

Foto ini bukan sekadar tumpukan tanah longsor. Ini adalah gambaran nyata rapuhnya urat nadi ekonomi rakyat di wilayah pedalaman Aceh. Ketika jalan ini putus, yang terhenti bukan hanya kendaraan. Yang terhenti adalah distribusi hasil pertanian, pasokan kebutuhan pokok, akses kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.

Pasca banjir bandang hidrmeteorologis yang melanda Gayo Lues beberapa waktu lalu, masyarakat berharap hadirnya gerakan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Namun yang dirasakan di lapangan, proses recovery masih berjalan lamban dan terkesan berjalan di tempat.

Padahal, Gayo Lues bukan daerah pinggiran yang bisa terus diabaikan. Kabupaten ini adalah beranda barat Taman Nasional Gunung Leuser, lumbung kopi, kakao, sere wangi, peternakan, sekaligus rumah bagi lebih dari seratus ribu warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama atas infrastruktur yang aman dan layak.

Kami meminta dengan hormat namun tegas:

– Penetapan percepatan penanganan ruas strategis Gayo Lues–Aceh Tenggara sebagai prioritas nasional dan Provinsi Aceh.. Audit menyeluruh terhadap titik-titik rawan longsor dan banjir sepanjang koridor transportasi utama Gayo Lues.

– Pembangunan sistem mitigasi permanen, bukan sekadar pembersihan material pasca bencana.

-Percepatan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir dengan target, anggaran, dan jadwal yang transparan.

– Peningkatan status dan kualitas konektivitas wilayah pedalaman Aceh agar tidak terus menjadi korban keterisolasian setiap musim hujan.

Bencana memang tidak dapat dicegah. Tetapi dampaknya dapat diminimalkan apabila negara hadir dengan perencanaan, investasi, dan kecepatan tindakan yang memadai.
Jangan tunggu korban lebih banyak. Jangan tunggu ekonomi rakyat semakin terpuruk. Jangan tunggu kepercayaan masyarakat hilang.

Karena bagi masyarakat Gayo Lues, jalan ini bukan sekadar aspal dan tanah. Jalan ini adalah kehidupan. Jalan ini adalah harapan. Jalan ini adalah masa depan…… (HN Arbie, LoGon Hills Gayo Lues)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250