
Surakyat.com | Pidie – Warga Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh menggelar kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, di meunasah setempat, Sabtu (10/10/2026). Pelaksanaan kenduri Maulid berlangsung meriah dengan melibatkan warga gampong serta dihadiri para tamu undangan dari sejumlah desa tetangga. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama warga.
Imum Meunasah Gampong Waido, Tgk Faisal H Ilyas mengatakan, rangkaian kegiatan Maulid Nabi diawali dengan zikir maulid yang dilantunkan oleh para remaja dan santri. Zikir tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid yang dilaksanakan masyarakat dengan penuh kebersamaan.
Setelah rangkaian kegiatan berlangsung, para tamu undangan dipersilakan menikmati hidangan kenduri yang telah disiapkan oleh jamaah meunasah.
Menurut Tgk Faisal, hidangan kenduri atau idang disediakan secara bersama-sama oleh jamaah meunasah untuk menyambut para tamu dari desa-desa tetangga yang hadir pada peringatan tersebut.
“Idang diantar ke meunasah dan disantap bersama oleh para tamu undangan dari desa-desa tetangga,” ujar Tgk Faisal.
Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Waido dapat terlaksana dengan lancar dan sukses sesuai harapan masyarakat. “Alhamdulillah, pelaksanaan Maulid berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Tgk Faisal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, persiapan telah dilakukan sejak malam sebelumnya hingga pelaksanaan kenduri pada Sabtu (10/10/2026).
“Terima kasih tak terhingga kepada semua warga dan para pihak lainnya yang telah bekerja keras menyukseskan Maulid ini sejak malam kemarin hingga hari ini,” tutur Tgk Faisal.
Ia berharap kebersamaan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam pelaksanaan kenduri Maulid dapat terus terjaga. Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial dan ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat.(min)



















Tidak ada Respon