Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Kader Remaja LKC DD Aceh Hidupkan Posyandu lewat Senam dan Edukasi Kesehatan Sebaya

Komunitas GSM di Depan Posyandu Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (18/10/2026) Pagi.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Pidie Jaya — Remaja tidak hanya menjadi sasaran edukasi kesehatan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menyampaikan informasi dan mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat. Peran tersebut terlihat dalam kegiatan Posyandu Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, ketika kader remaja GSM Meunasah Lhok memimpin senam, memberikan edukasi kesehatan, dan membantu pelayanan Posyandu.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026) pukul 09.00–12.00 WIB, merupakan bagian dari Program Recovery Kebencanaan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Aceh (LKC DD Aceh). Sebanyak 12 kader remaja hadir seluruhnya untuk terlibat dalam kegiatan yang diikuti 35 peserta.

Example 300x600

Salah satu inisiatif yang menarik adalah Senam Penguin, yang diiniasi sendiri oleh para kader remaja. Mereka menentukan lagu sekaligus memilih dan menyusun gerakan senam. Inisiatif ini memberi ruang bagi remaja untuk berkreasi, memimpin aktivitas, dan menghadirkan suasana Posyandu yang menyenangkan.

Perubahan juga terlihat dalam penyampaian edukasi kesehatan. Jika sebelumnya penyuluhan relatif jarang dilakukan dan umumnya disampaikan oleh orang dewasa, kini kader remaja mulai mengambil peran sebagai penyampai informasi kesehatan dengan pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan bagi teman sebaya.

Dari Edukasi Anemia hingga Pelayanan Posyandu
Dalam kegiatan tersebut, kader remaja memberikan edukasi mengenai anemia dan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang pencegahan anemia dan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.

Kader juga terlibat dalam pelayanan Posyandu melalui pembagian tugas. Tajjul Fudzari dan Algi membantu pengukuran tinggi dan berat badan, Syarifah bertugas di bagian pendaftaran, sedangkan Zia menangani pencatatan. Kader lainnya mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk dokumentasi foto dan video.

Selain senam dan edukasi, kegiatan dilengkapi dengan pembagian Kespro Kit serta hadiah berupa wadah dengan konsep Isi Piringku untuk memperkenalkan pesan gizi seimbang melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan ini menunjukkan bahwa remaja dapat mengambil peran lebih luas di Posyandu, mulai dari merancang aktivitas dan menyampaikan pesan kesehatan hingga membantu proses pelayanan bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan.

GSM Meunasah Lhok, Ruang Tumbuh Kader Remaja
Komunitas GSM Meunasah Lhok dibentuk sebagai wadah bagi para kader untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kegiatan edukasi kesehatan. Tajjul Fudzari, siswa kelas XII IPA 4 MAN 1 Pidie Jaya, terpilih sebagai ketua komunitas.

Bagi para kader, kegiatan Posyandu menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, belajar bertanggung jawab, dan memperkuat kerja sama.

Pocut Mawaddah (17) mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat sebagai kader remaja.
“Senang dan bangga bisa menjadi bagian dari kader remaja. Banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya dapatkan. Semoga kebersamaan dan semangat kita tetap terjaga, terus belajar, dan menjadi remaja yang bermanfaat bagi sesama,” ungkap Pocut.

Hal serupa disampaikan Naila (16). Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar bersama sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan.

“Kegiatan hari ini seru, asyik, dan menyenangkan. Saya belajar banyak hal baru, bertemu teman-teman hebat, dan merasa lebih dekat dengan tujuan untuk menjadi remaja yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, agar kami menjadi remaja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar,” ujar Naila.

Memperkuat Partisipasi Remaja dalam Pemulihan
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menegaskan bahwa pelibatan remaja menjadi bagian penting dalam membangun layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang memulihkan fasilitas, tetapi juga memperkuat kapasitas dan partisipasi masyarakat. Remaja memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak edukasi kesehatan di lingkungannya. Melalui pendampingan dan kolaborasi dengan kader Posyandu serta bidan desa, kami berharap mereka dapat terus berkontribusi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Arfan.

Melalui Program Recovery Kebencanaan, LKC DD Aceh mendorong keterlibatan remaja sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Ke depan, kader GSM Meunasah Lhok diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan kader Posyandu dan bidan desa dalam menyampaikan edukasi kesehatan serta mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan teman sebaya.

Dari senam yang diinisiasi sendiri hingga edukasi anemia yang disampaikan oleh kader, GSM Meunasah Lhok mulai memperlihatkan bahwa remaja dapat menjadi bagian aktif dari pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi partisipasi remaja yang lebih bermakna dan berkelanjutan di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya.(*)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250