Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Dua Dekade Menyepi di Tengah Hutan, Kisah Sunyi Eks Kombatan GAM Berakhir di Gubuk Reot

10 dilihat
MANTAN KOMBATAN MENINGGAL - Ilustrasi mantan kombatan GAM meninggal sendirian dalam hutan setelah menyendiri selama 20 tahun. Foto hasil desain AI Chat GPT.
Example 468x60
A-AA+A++

SURAKYAT.COM – Di tengah rimbunnya kawasan hutan Cot Kumbang Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, berdiri sebuah gubuk sederhana berukuran sekitar 2 x 3,5 meter.

Dindingnya terbuat dari papan yang mulai lapuk, beratapkan seng tua, tanpa aliran listrik maupun fasilitas lain.

Example 300x600

Selama hampir dua dekade terakhir, tempat itulah yang menjadi rumah sekaligus tempat berteduh bagi Badli (65), seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kesunyian yang selama ini menyelimuti kawasan tersebut akhirnya pecah pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Badli ditemukan telah meninggal dunia di dalam gubuk yang selama bertahun-tahun ia tempati seorang diri.

Kabar duka itu pertama kali diterima Keuchik Gampong Cot Kumbang, Amiruddin, dari seorang warga bernama Iwan.

Setelah menerima laporan, Amiruddin bersama sejumlah warga segera menuju lokasi yang berada jauh dari permukiman.

“Sesampainya di sana, kami mendapati almarhum sudah meninggal dunia di dalam gubuknya,” ujar Amiruddin, Minggu (19/7/2026).

Bagi sebagian warga, Badli bukan sosok asing.

Ia dikenal sebagai mantan kombatan GAM yang pernah bergabung dalam pasukan Abu Wahab di kawasan Peulanteu, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, pada masa konflik bersenjata.

Perjalanan hidupnya berubah drastis ketika konflik Aceh masih berkecamuk.

Rumah yang ditempatinya saat itu dibakar, sementara dirinya terpaksa melarikan diri untuk menghindari pengejaran aparat keamanan.

Harapan sempat muncul ketika pemerintah Indonesia dan GAM menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 yang mengakhiri konflik panjang di Aceh. Badli pun kembali ke kampung halamannya.

Namun, kedamaian yang datang ternyata belum sepenuhnya mampu menghapus luka batin yang ia rasakan.

Menurut Amiruddin, trauma akibat konflik membuat Badli memilih meninggalkan keramaian.

Sejak 2006, ia memutuskan menetap seorang diri di kawasan Cot Kumbang Pulo, bekas permukiman warga yang kini telah berubah menjadi hutan.

Di tempat terpencil itu, Badli menjalani kehidupan yang sangat sederhana.

Tanpa listrik, tanpa tetangga, dan jauh dari fasilitas umum.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia membuka kebun kecil seluas sekitar setengah hektare.

Di lahan itulah ia menanam pinang, sayur-sayuran, dan berbagai tanaman lain yang menjadi sumber penghidupannya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Badli dikenal sebagai pribadi yang mandiri.

Ia tidak pernah meminta belas kasihan kepada orang lain dan lebih memilih mengandalkan hasil kebunnya untuk bertahan hidup.

Trauma masa lalu juga masih membekas dalam kesehariannya.

Amiruddin mengisahkan bahwa Badli nyaris tidak pernah berani berada di tempat ramai.

“Kalau datang ke rumah saya, biasanya malam hari. Beliau menggunakan sampan dan memilih lewat belakang rumah karena masih merasa trauma. Beliau juga tidak pernah meminta-minta kepada siapa pun,” kenangnya.

Selama sekitar 20 tahun, Badli menjalani hidup dalam kesunyian.

Ketika warga lama direlokasi ke Gampong Cot Kumbang, ia memilih tetap bertahan di kawasan yang perlahan berubah menjadi belantara.

Gubuk sederhana itu menjadi saksi bisu perjalanan hidup seorang mantan kombatan yang lebih memilih menyendiri dibanding kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kini, perjalanan panjang Badli telah berakhir.

Setelah ditemukan meninggal dunia, warga bersama aparatur gampong mengurus proses pemakaman hingga akhirnya jasadnya dimakamkan di Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek.

Kepergian Badli menyisakan kisah tentang dampak panjang konflik yang tidak selalu terlihat.

Di balik perdamaian yang telah berlangsung lebih dari dua dekade, masih ada mereka yang membawa luka batin hingga memilih menjalani hidup dalam kesendirian.

Kisah Badli menjadi pengingat bahwa trauma akibat konflik dapat bertahan jauh lebih lama dibanding berakhirnya peperangan itu sendiri.(src)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250