
Surakyat.com | Banda Aceh – PSSI Kota Banda Aceh harus puas bermain imbang 2-2 melawan Kecamatan Kutaraja pada lanjutan Grup A Turnamen Sepakbola Eksekutif U-45 antarkecamatan se-Kota Banda Aceh, Rabu (12/8/2026) sore. Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Eks Rugby, Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, tersebut berjalan sengit. Kedua tim sama-sama tampil agresif untuk mengamankan poin penting demi menjaga peluang melaju ke babak semifinal.
Turnamen yang digelar PSSI Banda Aceh dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia itu mempertemukan sejumlah pemain senior dari berbagai kecamatan. Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan, kejuaraan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpemain sepakbola di Kota Banda Aceh.
PSSI Kota Banda Aceh mengawali pertandingan dengan permainan menyerang. Tekanan yang dibangun sejak menit awal membuahkan hasil ketika Nasrullah berhasil mencetak gol pada menit ke-7.
Gol cepat tersebut membuat PSSI Kota semakin percaya diri. Mereka berusaha mempertahankan penguasaan permainan dan terus menekan pertahanan Kutaraja.
Upaya tersebut kembali membuahkan hasil pada menit ke-31. Rahmat Riki sukses menggandakan keunggulan PSSI Kota menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol membuat Kutaraja berusaha meningkatkan intensitas permainan. Para pemain Kutaraja mulai lebih berani keluar menyerang dan mencari celah di lini pertahanan lawan. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Kasim memperkecil ketertinggalan Kutaraja melalui gol pada menit ke-41. Skor 2-1 untuk keunggulan PSSI Kota bertahan hingga jeda pertandingan. Memasuki babak kedua, Kutaraja tampil lebih agresif.
Mereka berupaya mengejar ketertinggalan sekaligus menjaga peluang lolos ke semifinal. PSSI Kota yang sudah unggul dua gol mencoba mengendalikan tempo pertandingan. Namun, tekanan Kutaraja terus meningkat hingga akhirnya membuahkan gol penyama kedudukan.
Husaini mencetak gol pada menit ke-82 untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut disambut antusias para pemain dan pendukung Kutaraja karena menjaga asa mereka untuk tetap bersaing di Grup A. Hingga pertandingan berakhir, tidak ada lagi gol yang tercipta. Kedua tim harus berbagi satu poin.
Hasil imbang tersebut membuat langkah PSSI Banda Aceh menuju semifinal masih belum sepenuhnya aman. Dengan koleksi empat poin, PSSI Banda Aceh setidaknya membutuhkan tambahan satu poin lagi untuk memastikan tiket ke babak empat besar.
Sementara bagi Kutaraja, tambahan satu poin membuka kembali peluang untuk lolos.
Namun, peluang tersebut terbilang cukup berat karena Kutaraja diwajibkan meraih kemenangan besar pada pertandingan terakhir. Selain harus memenangkan laga terakhir, nasib Kutaraja juga masih bergantung pada hasil pertandingan antara PSSI Banda Aceh dan Kecamatan Kuta Alam. Karena itu, persaingan Grup A dipastikan masih berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
Dalam laga tersebut, PSSI Banda Aceh diperkuat sejumlah pemain senior. Tim tersebut langsung dikomandoi Sekretaris Umum PSSI Kota Banda Aceh, Khaidir TM, bersama Adi Jala, Andi Karim, Muslihat dan Jamal T Muku. Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Devi Barriana.
Sementara itu, Kutaraja dimotori sejumlah pemain berpengalaman, termasuk eks pemain Semen Padang, Husaini. Ia bahu-membahu bersama Sofyan, Edi Korea, Tarmizi, Ridwan Salam dan Yudi. Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Yosi.
Turnamen sepakbola eksekutif U-45 tersebut memperebutkan total hadiah Rp10 juta. Selain hadiah, ajang ini juga diharapkan menjadi wadah bagi para pemain senior untuk tetap aktif berolahraga sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas sepakbola di Banda Aceh.
Dengan hasil 2-2 tersebut, PSSI Kota Banda Aceh kini harus menunggu laga berikutnya untuk memastikan tiket semifinal. Sementara Kutaraja masih memiliki peluang meski harus bekerja lebih keras dan berharap hasil pertandingan tim lain berpihak kepada mereka.(min)


















Tidak ada Respon