Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Kisah NA Riya Ison : Menenun Kemanusiaan Lewat Nadi dan Pena

3 dilihat
NA Riya Ison Saat Berada di Lokasi Bencana Hidrometeorologi Kampung Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Example 468x60
A-AA+A++

Di bawah langit Serambi Mekkah, ada sebuah nama yang barangkali jarang menghiasi baliho besar di jalan-jalan protokol di seantero Aceh, tidak seperti meriahnya publikasi tokoh-tokoh politik di masa kampanye, namun jejak langkahnya tertanam dalam di sanubari mereka yang membutuhkan.  Sosok itu adalah NA Riya Ison, atau yang akrab disapa Bang Ison. Profilya adalah perwujudan nyata dari nilai-nilai humaniora —seorang manusia yang mengabdikan raga dan pikirannya untuk merawat kehidupan sesama, baik lewat tetesan darah yang mengalir dari nadinya, maupun lewat untaian kata dari ujung penanya.

Bagi Bang Ison, misi kemanusiaan bukanlah sebuah teori muluk di atas mimbar, atau janji-janji manis di atas panggung, melainkan aksi nyata yang sunyi dari pujian namun konsisten dalam tindakan.

Example 300x600

Bayangkan sebuah komitmen yang teruji oleh waktu: mendonorkan darah lebih dari 100 kali. Setiap mililiter darah yang ia bagikan secara sukarela adalah jembatan kehidupan bagi jiwa-jiwa yang sedang bertaruh nyawa di ruang-ruang ICU atau ruang perawatan rumah sakit yang dingin. Konsistensi luar biasa ini mengantarkannya menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial dari pemerintah pusat pada tahun 2024.

Namun, bagi seorang Ison, penghargaan tertinggi bukanlah lencana yang menyemat di dada, atau piala yang besar setinggi gedung Gedung DPR, melainkan setiap detak jantung sesama yang kembali berdenyut karena setitik napas baru yang ia bagikan di setiap kesempatan.

Jiwa kerelawanan Bang Ison tidak tumbuh dari ruang yang instan. Ia adalah pria yang ditempa oleh sejarah panjang. Di masa-masa mencekam saat konflik berkecamuk di Aceh masa lalu, ia berdiri di garis depan sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI). Di bawah bayang-bayang kecemasan, ia mempertaruhkan keselamatan diri demi mengevakuasi korban dan membalut luka-luka yang menganga sebagai dampak dari konflik politik di negeri ini. Keberaniannya melampaui rasa takut demi satu tujuan: Memanusiakan Manusia.

Semangat pengabdian itu terus mengalir dalam kesehariannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Di sana, ia tidak sekadar menjalankan tugas administratif. Ia menjadi pelipur lara dan pendengar yang baik bagi mereka yang sering kali terpinggirkan oleh stigma masyarakat. Di sudut-sudut RSJ, Bang Ison menyalurkan empati terdalamnya, merangkul jiwa-jiwa yang rapuh, dan membantu mereka menemukan kembali martabat kemanusiaan yang sempat terkoyak.

Tak hanya merawat dengan raga, Bang Ison juga merawat nalar publik melalui literasi. Sebagai jurnalis di Tabloid Gema Baiturrahman, penanya aktif merajut gagasan tentang perdamaian, kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual. Melalui tulisan, ia mengetuk pintu hati pembaca untuk terus merawat harmoni yang telah susah payah diraih di bumoe Aceh.

Kisah NA Riya Ison adalah cermin reflektif bagi kita semua. Ia membuktikan bahwa menjadi pahlawan tidak selalu harus mengangkat senjata atau menduduki tahta kekuasaan. Menjadi pahlawan bisa sesederhana: Merelakan lengan ditusuk jarum demi menyambung nyawa orang lain, atau meluangkan waktu memberikan senyuman kepada mereka yang jiwanya sedang terluka.

Melalui Nadi dan Pena, Bang Ison telah mengukir sebuah mahakarya kehidupan yang menginspirasi kita untuk mencintai kemanusiaan tanpa batas.[]

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250