
Surakyat.com | Aceh Timur – Inovasi kreatif ditunjukkan oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudera (Unsam) Langsa tahun akademik 2026 Kelompok 28 di Desa Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Berangkat dari potensi lokal tambak seperti udang dan ikan yang melimpah, mereka berhasil menyulap udang dan ikan tersebut menjadi produk kuliner nugget yang praktis, lezat, dan memiliki nilai jual tinggi.
Selama ini, mayoritas masyarakat Desa Matang Guru yang berprofesi sebagai petani tambak tersebut, bertahun-tahun menjual hasil panen mereka dalam bentuk bahan mentah yakni udang dan ikan yang belum diolah.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 8 dari Unsam menghadirkan solusi nyata melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan kepada ibu rumah tangga agar mampu menghasilkan produk olahan yang siap jual dan memiliki nilai tambah (value added) yang sangat tinggi.
Tak sekadar kegiatan biasa, pelatihan pengolahan kuliner ini membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang pentingnya hilirisasi komoditas lokal menjadi produk jadi yang banyak menyerap tenaga kerja dan menghasil nilai tambah beberapa kali lipat. Para peserta dilatih mulai dari proses pengolahan, teknik menjaga kualitas produk, hingga cara pengemasan sederhana yang menarik untuk dipasarkan.
Program ini bahkan digadang-gadang berpotensi melahirkan produk unggulan desa berbasis perikanan. Nugget udang dan ikan hasil pelatihan diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya industri rumahan (home industry) yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Tak berhenti di situ, mahasiswa KKN juga “tancap gas” dalam mendorong kebangkitan UMKM lokal. Mereka melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha dengan membantu promosi serta melakukan rebranding melalui penyaluran banner kepada unit usaha strategis di desa.
Langkah sederhana ini terbukti efektif. Banner dengan desain menarik dan pesan yang jelas mampu meningkatkan daya tarik usaha serta membantu pelaku UMKM lebih dikenal masyarakat luas. Inisiatif ini juga menjadi simbol kuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi desa.
Dosen Pendamping Lapangan, Muhammad Taqdirul Alim SE MSi mengapresiasi penuh kreativitas mahasiswa dalam menjalankan program tersebut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Program ini tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha baru berbasis potensi lokal,” ungkap Muhammad Taqdirul Alim SE MSi, Sabtu (8/8/2026).
Apresiasi serupa disampaikan oleh Geuchik Desa Matang Guru, Mariana. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Unsam. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan membuka peluang usaha dari hasil tambak yang selama ini belum diolah secara maksimal,” ujar Mariana.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, mahasiswa KKN Unsam Kelompok 28 ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana. Dari desa, menuju Pelekonomi yang lebih mandiri.(min)


















Tidak ada Respon