Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

40 Pemuda Milenial Dilatih Keterampilan Budidaya dan Pengolahan Kopi Gayo

Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Banda Aceh – Sebanyak 40 Pemuda berumur 16 hingga 30 tahun dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah diberi keterampilan tentang kopi gayo.

Example 300x600

Pelatihan dilaksanakan di Yayasan Coffee Learning Center, Blang Gele Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh Tengah, Sukirman, sebagai penyelenggara berharap generasi muda gayo memiliki bekal keterampilan di bidang perkopian yang bisa dipakai sebagai modal dalam memperkuat ekonomi keluarga.

Pelatihan ini untuk meningkatkan produktivitas dan modal meraup rupiah untuk jasa pemangkasan kopi.

”Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan minat pemuda dan regenerasi petani kopi “, harapnya.

Dijelaskan Sukirman, nilai tawar kopi Gayo harus dipahami generasi milenial sebagai sumber ekonomi potensial dan memerlukan pengetahuan dan keterampilan dengan berlatih.

Antusias Peserta Pelatihan Petani Kopi Milenial.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan yang membuka acara pelatihan ini menyatakan pelatihan petani milenial ini merupakan program bupati.

Generasi muda Gayo perlu dibekali keterampilan dan pengetahuan kopi yang luas. Sehingga tertarik menekuni kopi sebagai komoditas penghasil uang utama bagi masyarakat di Gayo.

Zaini pakar kopi Gayo yang banyak melatih keterampilan bertani kopi hingga ke Tanah Karo meminta peserta menjadi tenaga terampil kopi Gayo.

Zaini mengatakan bahwa generasi muda penerus dan pemilik kopi Gayo harus merubah kebiasaan bertani tradisional yang berpindah – pindah, miskin , lahan yang sempit dan hanya mewarisi ilmu bertani tradisional yang kaku dan tidak berkembang.

” Berubahlah. Tinggalkan pola bertani tradisional. Pakai ilmu dan teknologi”, tegas pemilik Yayasan Coffee Learning center ini.

Zaini meminta generasi milenial kopi banyak bertanya dan praktek . Zaini membuka ruang diskusi dan belajar kopi di tempatnya, Bang Gele.

Salah seorang Pemateri , Ayah Gustin alias Ari Wibowo mengajarkan peserta menggunakan alat pengukur tingkat keasaman (pH) tanah dan kandungan pupuk di lahan kopi.

Ayah Gustin menjelaskan petani harus melakukan uji coba dan mengetahui keadaan tanah sebelum memberi pupuk.

” Apabila tanah dalam keadaan asam, pupuk yang diberikan tidak mampu diserap tanaman. Tanah harus dinetralisir dahulu dengan kapur pertanian”, jelas Ayah Gustin.

Setelah diberi berbagai materi , para peserta pelatihan langsung praktek penggunaan alat ukur pH tanah, keterampilan memupuk dan memangkas kopi Arabika Gayo.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250