Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Laporan BISA 2026 Soroti Peran Inovasi Perusahaan AS dalam Mendorong Pertumbuhan, Talenta, Daya Saing, dan Ketangguhan Indonesia

US-ASEAN Business Council (USABC) meluncurkan Laporan 2026 BISA (Bisnis AS untuk Indonesia) bertajuk “Inovasi untuk Masa Depan Indonesia", Rabu (16/9/2026) di Jakarta.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Jakarta – US-ASEAN Business Council (USABC) meluncurkan Laporan 2026 BISA (Bisnis AS untuk Indonesia) bertajuk “Inovasi untuk Masa Depan Indonesia: Bagaimana Perusahaan AS Mendukung Pertumbuhan, Talenta, Daya Saing, dan Ketangguhan Indonesia”.

Dengan dukungan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, laporan ini mengidentifikasi berbagai inovasi perusahaan AS di Indonesia pada periode 2020–2026 dan kontribusinya di berbagai sektor.

Example 300x600

Seiring aspirasi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 8 persen dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, diperlukan upaya yang didukung oleh tiga pilar utama: penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kapasitas industri. Dalam implementasinya, inovasi menajdi salah satu penggerak utama untuk memperkuat pilar tersebut.

“Perusahaan-perusahaan AS yang telah hadir di Indonesia selama beberapa dekade telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut melalui investasi berbasis inovasi, kemitraan teknologi, kolaborasi riset, dan pengembangan kapasitas,” ujar Marc Mealy, Executive Vice President of Research and Chief Policy Officer, USABC.

Turut hadir pada peluncuran Laporan BISA 2026, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Indonesia Joy Sakurai, yang menyampaikan, “Inovasi AS telah turut membentuk kehidupan masyarakat di Indonesia dan di seluruh dunia, serta berkontribusi pada masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Indonesia.

Perusahaan-perusahaan AS telah berinvestasi sebanyak miliaran dolar dan menghasilkan tambahan nilai ekonomi miliaran dolar di Indonesia. Inovasi AS juga telah memberikan dampak positif di berbagai sektor, termasuk pertanian, keamanan data, kecerdasan buatan (AI), dan pendidikan. Investasi ini membuat kedua negara kita lebih aman dan inovatif, membuka peluang ekonomi bagi jutaan masyarakat Indonesia, serta menghasilkan tambahan nilai ekonomi senilai miliaran dolar.

Laporan BISA 2026 mencatat 91 inovasi dari 43 perusahaan AS di Indonesia sejak 2020 dengan nilai moneter mencapai sekitar $24,8 miliar, baik dalam bentuk investasi, pendanaan program, hibah, dan nilai produksi. Inovasi tersebut terlihat di berbagai sektor, termasuk teknologi digital dan keamanan siber, energi, pertambangan dan migas, pertanian, serta jasa keuangan dan fintech. Kontribusinya pun terlihat dalam beragam bidang.

Dalam pengembangan talenta, berbagai inisiatif telah menjangkau 10,7 juta penerima manfaat. Dalam mendukung ekonomi yang tangguh, inovasi perusahaan AS telah mendukung sekitar 8.000 konservasionis dan hampir 3.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara itu, inovasi yang mendukung daya saing bisnis telah menjangkau sekitar 1 juta pengguna digital dan lebih dari 80 ribu Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Peluncuran Laporan BISA 2026 turut menghadirkan diskusi panel dengan Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Ir Boediastoeti Ontowirjo, Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kementerian Perindustrian, Bayu Fajar Nugroho, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Kamdani, serta perwakilan dari perusahaan Amerika, Coca-Cola Indonesia dan Amazon Web Services (AWS).

Berbagai inovasi-inovasi yang tercatat dalam laporan ini juga menunjukan bagaimana kemitraan dan investasi berbasis inovasi dapat menciptakan peluang-peluang baru bagi Indonesia di masa depan. Hal tersebut mencakup penerapan digitalisasi yang bertanggung jawab di berbagai sektor, pengembangan industri berbasis teknologi, peningkatan teknologi di sektor pertanian dan kesehatan, maupun terbentuknya sistem ekonomi yang efisien dan tangguh.

Pembangunan ekonomi membutuhkan dukungan investasi dalam pengembangan talenta terampil, bisnis yang kompetitif, dan fondasi ekonomi yang mampu menopang kemajuan dalam jangka panjang. Pengalaman perusahaan-perusahaan AS menunjukkan bahwa investasi dalam bentuk inovasi dapat menjadi salah satu penggerak utama.

Sebagai institusi yang mewakili perusahaan-perusahaan AS di ASEAN, termasuk Indonesia, kami berharap laporan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong lebih banyak inovasi, memperkuat kemitraan, dan membuka lebih banyak dialog antara para pemangku kepentingan guna terciptanya peluang-peluang baru bagi Indonesia.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250