Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Serikat Perusahaan Pers Dorong Media Tawarkan Solusi Komunikasi Berbasis AI

SPS Workshop Series #36 X PT Astra International Tbk. bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Penyusunan Proposal Marketing Bisnis Pers yang diselenggarakan di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat.com | Jakarta — Serikat Perusahaan Pers (SPS) mendorong perusahaan pers untuk mengembangkan model bisnis yang tidak lagi hanya bertumpu pada iklan, advertorial, maupun sponsorship konvensional. Media perlu semakin mampu membaca kebutuhan komunikasi calon mitra dan menerjemahkannya menjadi solusi komunikasi yang relevan. Upaya tersebut diwujudkan melalui SPS Workshop Series #36 X PT Astra International Tbk. bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Penyusunan Proposal Marketing Bisnis Pers yang diselenggarakan di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

SPS Workshop Series #36 X PT Astra International Tbk.  menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kemampuan adaptasi perusahaan pers di tengah perubahan lanskap bisnis dan perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), tetapi juga didorong mengembangkan cara berpikir baru dalam melihat kebutuhan komunikasi institusi dan korporasi sebagai peluang pengembangan bisnis media.

Example 300x600

Workshop mempertemukan perspektif institusi pemerintah dan korporasi dengan pelaku perusahaan pers untuk melihat kebutuhan komunikasi dari sisi calon klien, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan memanfaatkan AI dalam mengembangkan solusi komunikasi, proposal bisnis, dan pitch deck.

Ketua Umum SPS, Januar P Ruswita menekankan pentingnya perusahaan pers terus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan lanskap industri media. “Perubahan ekosistem industri media menuntut perusahaan pers mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Mulai dari penguatan brand, komunikasi produk dan layanan, kampanye publik, edukasi konsumen, media relations, komunikasi keberlanjutan, hingga aktivasi dan komunikasi digital,” ujar Januar P Ruswita.

Ketua Umum SPS juga mengapresiasi dukungan PT Astra International Tbk. terhadap penyelenggaraan workshop sebagai bagian dari upaya bersama mendorong penguatan kapasitas perusahaan pers dalam menghadapi transformasi industri. “Kolaborasi Astra dengan SPS diharapkan dapat ikut memperkuat kemampuan perusahaan pers untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun model bisnis yang semakin berkelanjutan.”

Workshop dibagi ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema “Perspektif Korporasi dan Institusi Mengenai Kebutuhan Komunikasi dan Ekspektasi terhadap Mitra Media”. Dua narasumber memberikan perspektif secara bergantian, yakni Pilar Wirotama, Kepala Bagian Manajemen Strategi Komunikasi, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan RI dan Arif Mujahidin, Direktur Komunikasi Danone Indonesia.

Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan perspektif langsung mengenai bagaimana institusi dan korporasi membangun kebutuhan komunikasi, mulai dari mengidentifikasi persoalan, menentukan tujuan dan target audiens, menyusun pesan, memilih kanal komunikasi, hingga menentukan bentuk program dan melihat ekspektasi terhadap mitra media.spspusat@spsindonesia.org

Bagi perusahaan pers, kebutuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang bisnis seperti integrated media campaign, branded content, special project, event and activation, video dan multimedia, podcast, social media campaign, community engagement, riset dan survei, forum diskusi, serta beragam produk komunikasi kreatif lainnya.

AI sebagai “Co-Pilot” Marketing Media
Pada sesi kedua, peserta mengikuti “Pengembangan Solusi Komunikasi serta Praktik Penggunaan AI untuk Menyusun Proposal dan Pitch Deck” bersama Muhammad Zulkifli, Director Corporate & Public Affairs FleishmanHillard.

Sesi ini membawa peserta dari perspektif calon klien menuju proses pengembangan solusi bisnis secara langsung. Peserta diajak melihat bagaimana sebuah client brief dapat diolah menjadi peluang bisnis media, hingga bagaimana membuat proposal dan pitch deck.

AI digunakan sebagai “co-pilot” marketing media untuk membantu proses tersebut, mulai dari riset awal calon klien, memahami industri dan kompetitor, mengidentifikasi target audiens, menggali kemungkinan communication pain points, melakukan brainstorming produk bisnis, mengembangkan campaign idea, membuat value proposition dan executive summary, hingga menyusun struktur proposal serta mengembangkan visual dan pitch dec

Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia. Kemampuan memahami kebutuhan klien, merancang solusi, menentukan nilai produk, membangun relasi, serta memahami karakter dan kekuatan perusahaan pers tetap membutuhkan pengetahuan, pengalaman, dan pertimbangan manusia.

Melalui pelatihan kolaborasi dengan PT Astra International Tbk. ini, SPS berharap pemanfaatan AI dapat berjalan beriringan dengan perubahan cara berpikir bisnis perusahaan pers: tidak berhenti pada apa yang media miliki untuk dijual, tetapi dimulai dari apa yang dibutuhkan calon mitra untuk kemudian dijawab dengan solusi yang relevan, demi keberlanjutan bisnis industri pers di Indonesia.

Tentang SPS

80 tahun silam, tepatnya 8 Juni 1946, tokoh-tokoh, pendiri perusahaan-perusahaan pers nasional berkumpul di Yogyakarta untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS). Organisasi ini menjadi alat perjuangan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia melalui pers.

Salah satu momentum terpenting SPS terjadi tahun 2011, saat Kongres XXIII di Bali. Di mana organisasi ini bertransformasi seiring perkembangan bisnis anggota-anggotanya. Menjadi bukan sekedar organisasi penerbit media cetak dan mengubah brand Serikat Penerbit Suratkabar menjadi Serikat Perusahaan Pers.

Saat ini SPS memiliki 30 cabang provinsi di seluruh Indonesia, dengan 668 anggota perusahaan pers. Mayoritas berasal dari media cetak arus utama yang sudah mengembangkan bisnis persnya ke berbagai platform.Di usia ke-78 tahun, sebuah usia dimana kematangan dan kebijaksanaan mempunyai porsi lebih besar. Berbagai dinamika kami lalui, namun kami, pengelola perusahaan pers, tetap semangat tanpa henti demi memperjuangkan pers Indonesia yang bermartabat serta menjaga pers yang sehat dan kompetitif. Kami meyakini, pers yang sehat memiliki peran yang penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi, kedaulatan, dan kehidupan berdemokrasi.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250