Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Pusat Kajian Kebudayaan Gayo akan Gelar Bincang-bincang tentang Tutur Gayo

Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Usman al-Gayoni.
Example 468x60
A-AA+A++

Surakyat‎.com | Aceh Tengah – Pusat Kajian Kebudayaan Gayo akan Gelar Bincang-bincang tentang Tutur Gayo via live Tiktok Yusradi Usman al-Gayoni. Cerak-cerak (bincang-bincang/diskusi) kali ini akan membahas tentang tutur atau istilah kekerabatan dalam masyakat Gayo. InsyaAllah digelar, Minggu (27/9/2026) malam, mulai pukul 20:00-21:30 WIB, melalui Live TikTok,” kata Yusradi Usman al-Gayoni, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, melalui pesan WhatApps dari Inggris, Jumat (25/9/2026).

Penyelenggaraan kegiatan tersebut, jelas Yusradi, mengingat pentingnya tutur Gayo dan sudah mulai kurangnya penggunaan tutur Gayo di tengah-tengah masyarakat Gayo. “Selain penurunan penggunaan tutur, juga adanya kesalahan penggunaan tutur. Tutur yang mestinya digunakan untuk saudaranya ibu, digunakan untuk saudaranya bapak dan sebaliknya. Harusnya memanggil Pun, Ngah (rawan), Uwe (rawan), tapi dipanggil Cik. Untuk saudara laki-lakinya Ama juga, umumnya dipanggil Cik. Sudah mulai jarang yang memakai Ama Kul, Ama Lah, Encu, Ama Ucak, Ama Ecek atau merujuk ke tampilan fisik, seperti Ama Item, Ama Utih, Ama Onot,” ujar Yusradi.

Example 300x600

Dilanjutkannya, akibat tutur tidak dikenalkan, generasi anak, cucu, cicit, dan seterusnya, kurang mengetahui tutur, fungsi, dan pentingnya tutur. “Anak-anak jadi tidak tahu tutur, bagaimana posisinya dalam keluarga, hubungannya dengan yang lain, dan tutur yang dipakai. Tidak jarang, sampai ada yang kerje sabe diri (menikah antarkerabat/masih punya hubungan darah). Tentu, kerje sabe diri ini tidak baik, khususnya dari sisi Kesehatan dan aspek sosial,” sebutnya.

Cerak-cerak Pusat Kajian Kebudayaan Gayo “Tutur Gayo: Pentingnya & Saat Ini?” akan menghadirkan narasumber Majelis Adat Gayo Kabupaten Aceh Tengah (dalam konfirmasi) dan Yusradi Usman al-Gayoni (Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Penulis buku “Tutur Gayo” & Inisiator World Gayonese Community/Diaspora Gayo Dunia).

Narasumber dalam cerak-cerak kali ini juga hadir Yusra Habib Abdul Gani (Direktur Institue for Ethnics Civilization Research, Denmark & Penulis buku “Meretas Identitas Gayo”), dengan moderator: Kamaruddin (Pengurus Yayasan Pasak Reje Linge, Mantan Komisioner Majelis Adat Gayo Kabupaten Aceh Tengah, Penyusun TTS Gayo & Penulis Buku “Jirim Jisim: Aneka Sifat Manusia Dalam Perspektif Gayo), dan diikuti langsung melalui Live TikTok Yusradi Usman al-Gayoni, Minggu (27/9/3026) malam, mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB‎.(min)

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250