
Surakyat.com | Pidie – Pantai Pelangi, Tugu Aneuk Mulieng, Kota Sigli dan Pidie Convention Center (PCC) menjadi bagian dari cerita visual dalam video klip Balasan Gaseh Meutuka, karya ciptaan Nek Kabong yang dinyanyikan Boim Riza. Baru sekitar dua hari tayang di kanal YouTube Zoya Record, video bergenre Slow Rock Aceh itu telah mencapai sekitar 2.000 viewer.
Bukan hanya kisah cinta yang terhalang restu keluarga, video klip tersebut juga membawa sejumlah wajah Pidie ke ruang digital. Perpaduan musik dan panorama lokal menjadi cara kreatif memperkenalkan daerah melalui karya seni.
Boim Riza: Musik Sekaligus Memperkenalkan Pidie
Boim Riza mengatakan penggunaan sejumlah lokasi Pidie dalam video klip bukan sekadar pilihan visual. Ia ingin karya tersebut memperlihatkan identitas daerah asal lagu tersebut.
“Kita ingin lagu ini tidak hanya terdengar, tetapi juga memperlihatkan dari mana karya ini berasal. Ketika orang menonton karena lagunya, mereka sekaligus melihat Pidie,” ujar Boim.
Menurutnya, musik dan video klip dapat menjadi media promosi daerah.
“Promosi wisata tidak selalu harus melalui iklan formal. Lagu dan video klip juga bisa menjadi media promosi,” katanya.
Boim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Teuku Iqbal SSTP MSi CPLM, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pidie, atas perhatian terhadap upaya memperkenalkan potensi daerah melalui karya kreatif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Teuku Iqbal atas perhatian dan dukungannya terhadap karya-karya yang ikut membawa nama Pidie. Kami berharap sinergi antara pelaku seni dan pemerintah daerah, khususnya bidang pariwisata, bisa terus terjalin,” ujar Boim.
Dari Syair Nek Kabong hingga Aransemen Rahmat RS
Balasan Gaseh Meutuka mengangkat kisah sepasang kekasih yang menghadapi tantangan dari keluarga pihak perempuan. Cerita tentang cinta dan persoalan restu tersebut dikemas dalam karakter Slow Rock Aceh.
Boim menilai kekuatan lagu salah satunya terletak pada syair Nek Kabong.
“Syair yang ditulis Nek Kabong sangat menyentuh. Ceritanya sederhana, tetapi emosinya kuat,” ujarnya.
Ia juga menyebut Rahmat RS sebagai penata aransemen musik yang memperkuat suasana lagu.
“Aransemen musik oleh Rahmat RS memberikan ruang kepada syair dan vokal untuk bercerita, sehingga pesan dan rasa dalam lagu lebih sampai kepada pendengar,” katanya.
klik link lagu “Balasan Gaseh Meutuka” – Biom Riza (Zoya Record)
2.000 Viewer Jadi Respons Awal
Capaian sekitar 2.000 viewer dalam dua hari menjadi respons awal yang mendapat perhatian masyarakat Pidie.
Penikmat lagu, Usman menilai kisah lagu dekat dengan realitas kehidupan, terutama ketika hubungan cinta berhadapan dengan pertimbangan keluarga.
Sementara Dewi Anggita menyoroti perpaduan lirik dan karakter vokal Boim Riza yang dianggap sesuai dengan nuansa Slow Rock Aceh.
Sedangkan Cut Evi Sari melihat angka 2.000 viewer sebagai awal yang menarik bagi perjalanan lagu di ruang digital.
“Semoga terus bertambah karena semakin banyak yang menonton, semakin luas pula lagu ini dikenal,” katanya.
Dua Tamparan di Video, Berkali-kali Saat Syuting
Di balik kisah cinta yang serius, Boim menyimpan cerita lucu selama proses produksi.
Dalam video klip terdapat dua adegan dirinya ditampar Dian Mayasari, namun pengambilan gambar harus diulang berkali-kali.
“Di video klip memang cuma dua kali saya ditampar Dian Mayasari. Tapi waktu syuting, saya sudah tidak tahu berapa kali kena tampar. Sampai lupa, ini syuting video klip atau latihan ketahanan wajah,” ujar Boim sambil tertawa.
Ia bahkan bergurau, jika seluruh adegan tamparan selama syuting dimasukkan, judulnya bisa berubah menjadi Balasan Tamparan Meutuka.
Zoya Record Siapkan “Pantun Jodoh”
Setelah Balasan Gaseh Meutuka, Boim mengatakan Zoya Record bersama tim kini mempersiapkan video klip lagu baru berjudul “Pantun Jodoh”, ciptaan T. Almusri Ali Bayuna.
Lagu tersebut mengusung genre Pop Melayu, dengan aransemen musik oleh Repelita.
“Sekarang Zoya Record bersama tim sedang mempersiapkan syuting lagu baru Pantun Jodoh. Genre-nya Pop Melayu dan aransemennya oleh Repelita,” ujar Boim.
Dengan capaian sekitar 2.000 viewer dalam dua hari, Balasan Gaseh Meutuka menjadi pertemuan antara musik, kisah cinta dan identitas daerah.
Nek Kabong menghadirkan syair, Rahmat RS memperkuatnya melalui aransemen, Boim Riza menyuarakannya, sementara Pidie hadir sebagai panggung visual—dari Pantai Pelangi hingga Tugu Aneuk Mulieng.(min)



















Tidak ada Respon