
Surakyat.com | Pidie – Siang mengejar berita, malam mengejar nada. Begitulah sisi lain Boim Riza, wartawan yang ternyata juga aktif di dunia tarik suara. Kini, ia tengah mempersiapkan lagu Aceh terbaru berjudul “Balasan Gaseh Meutuka.”
Lagu ciptaan Nek Kabong tersebut mengusung genre slow rock Aceh, dengan aransemen musik oleh Rahmat RS.
Bagi Boim, dunia musik bukan sesuatu yang baru. Ia pernah menjadi penyiar sekaligus manager Radio Askar Kencana FM Sigli, Kabupaten Pidie, sebelum kemudian aktif sebagai wartawan. Pengalaman panjang bersama mikrofon itu kini kembali membawanya ke dunia musik.
Boim juga telah meluncurkan sejumlah lagu sebelumnya, di antaranya “Memori Cinta”, “Mardianti”, “Selingkuh”, dan “Bidadari Sakti.”
Untuk karya terbarunya, Boim mengaku proses penggarapan musik cukup panjang. Sudah sekitar enam bulan musik “Balasan Gaseh Meutuka” dikerjakan di Studio RS, Kota Bireuen.
Saat ditemui di salah satu kafe di Sigli, pekan lalu, Boim Riza mengatakan lagu tersebut belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat beberapa bagian yang harus direvisi.
“Sudah sekitar enam bulan proses pembuatan musiknya di Studio RS Bireuen. Sampai sekarang belum siap karena masih ada beberapa bagian yang perlu direvisi,” ujar Boim.
Enam bulan di studio ternyata menyimpan banyak cerita. Boim mengaku pengalaman rekaman justru sering diwarnai kejadian lucu.
“Waktu pertama rekaman saya pikir tinggal masuk studio, pegang mikrofon, nyanyi, selesai. Ternyata tidak begitu. Baru satu bait, sudah disuruh ulang. Saya sampai berpikir, ini saya sedang rekaman lagu atau sedang ikut ujian?” katanya sambil tertawa.
Ia juga berseloroh tentang pengalamannya mengejar nada.
“Kadang suara sudah keluar, tapi nadanya pergi ke arah lain. Musiknya di sini, suara saya malah jalan-jalan ke tempat lain,” katanya.
Ada pula bagian lagu yang harus direkam berulang kali.
“Saya bilang kepada operator, kalau diulang lagi, bukan lagunya yang selesai, tapi saya yang minta pulang,” ujar Boim sembari tertawa.
Meski penuh candaan, Boim tetap serius menyelesaikan karya tersebut. Menurutnya, revisi dilakukan untuk mendapatkan hasil musik yang sesuai dengan karakter lagu.
Sementara itu, video klip “Balasan Gaseh Meutuka” juga tengah diproduksi. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Bireuen dan Sigli.
Setelah seluruh proses produksi selesai, lagu tersebut rencananya akan dirilis melalui channel YouTube Zoya Record.
Bagi Boim, musik menjadi ruang untuk menyalurkan kreativitas di luar aktivitas jurnalistik. “Kalau di radio mikrofon dipakai untuk berbicara, sebagai wartawan untuk wawancara, sedangkan sekarang untuk bernyanyi,” katanya.
Kini, Boim masih menunggu penyelesaian revisi musik dan video klip. Setelah sekitar enam bulan digarap di Studio RS Bireuen, “Balasan Gaseh Meutuka” segera dipersiapkan untuk menyapa pencinta musik Aceh melalui YouTube Zoya Record.
Dari radio, jurnalistik, hingga musik, Boim Riza terus bersahabat dengan mikrofon. Bedanya, kali ini ia bukan sedang mengejar berita, melainkan mengejar nada.(min)



















Tidak ada Respon